Mostrando entradas con la etiqueta santet. Mostrar todas las entradas
Mostrando entradas con la etiqueta santet. Mostrar todas las entradas
sábado, 17 de marzo de 2018
KKN di Gunung Kidul (True Story)
KKN di Gunung Kidul (True Story)
Story by Danu Rachman
1989, Daerah Imogiri barat, Dlinggo dan sekitarnya yang menghubungkan akses dari Kabupaten Gunung Kidul ke Yogyakarta itu masih berupa hutan belantara yang rimbun. Jangan harapkan ada temaram sinar lampu disana. Karena banyak dari penduduk desa kecil masih menggunakan tintir (lampu minyak tanah) sebagai penerangan dimalam hari. Jalan utama memang sudah sedikit mendapatkan perbaikan, na
mun banyak lubang-lubang jalan yang tertimbun pasir dan liat tanah, membuat jalan tersebut tampak tidak layak untuk dilalui.
Dalam tutur kisahnya, aku ingat kakekku melayangkan pandangannya jauh. Melepaskan keraguan. Kemudian dia melanjutkan kisahnya. Setelah seharian menemani anak didiknya dalam beberapa program kerja di daerah tersebut, Kakekku berencana untuk langsung kembali ke kota Yogyakarta. Sebenarnya malam sudah sangat larut waktu itu, karena jam telah menunjukkan sekita pukul 23:45 menjelang tengah malam.
Beberapa mahasiswa didiknya menyarankan kakekku untuk menginap saja. Namun, kakekku merasa tidak enak hati karena ada 3 orang yakni pak supir, dan dua dosen lainnya yang menemaninya kala itu. Terlebih ada janji yang harus ditepati.
“aku telah berjanji kepada nenekmu untuk pulang malam itu” – ucap kakekku ketika menceritakan kisah ini padaku
Tak lama berselang, kakekku dan ketiga orang yang bersamanya memutuskan untuk pulang saja. Naiklah mereka kedalam mobil kijang hitam yang siap mengantarkan mereka kembali ke kota Yogyakarta. Setelah berpamitan dengan beberapa mahasiswa dan kepala dusun desa tersebut, mereka berempat melaju pergi melewati jalan yang berkelok diantara bebukitan itu dimalam hari.
perjalanan malam cerita misteri dan hantu yang muncul
Sejenak kakek berhenti dalam ceritanya, menatapku dengan tegas sembari berkata “Aku seharusnya mendengarkan saran mereka untuk menginap disana malam itu” – tegas kakekku
Jalan begitu senyap saat itu. Kesunyian seolah sosok sombong yang menjadi penguasa saat itu. Entah kenapa jalan utama imogiri kearah Yogyakarta ini terasa lebih panjang daripada saat kita berangkat. Mungkin karena perjalanan malam itu kita hanya ditemani lampu mobil yang cukup pada jarak pandang 5 sampai 10 meter kedepan. Menyebabkan pak supir mengendarai mobil dengan pelan dan penuh kehati-hatian.
Suasana didalam mobilpun tidak terlalu riuh. Satu dari dua dosen yang menemani kakekku telah terlelap waktu itu. Sedangkan lainnya tetap terjaga memandangi pepohonan gelap dibalik kaca mobil. Kakekku sendiri mencoba ngobrol dengan pak supir untuk menjaganya dari rasa bosan dan kantuk. Namun siapa sangka sejurus kemudian kejadian menegangkan terjadi.
kisah misteri keanehan supir mobil yang mendadak buta
Tiba-tiba pak supir berteriak panik “Aaaaahhh… MOTOKU KENOPO IKI!! ORA ISOH NDELOK!! Ora isoh ndelok! Duh tulung Gusti! (Ada apa dengan mataku! Aku tidak bisa melihat! Aku tidak bisa melihat! Tuhan tolong!)”
Pak supir tiba-tiba menjadi buta! – Mobil menjadi hilang kendali dan berjalan tanpa tahu arah. Suasana menjadi mencekam!
“MANDEK MAS! MANDEK DHISIK! Ojo kemrungsung (berhenti dulu mas! Berhenti dulu! Jangan panik)” tukas kakekku cepat agar tidak terjadi kecelakaan.
Mobil kijang hitam itu akhirnya berhenti di badan jalan yang sunyi tersebut. Hanya suara serangga malam dan teriakkan sang supir mobil tersebut yang memecah keheningan malam waktu itu. Dia mendadak buta, dia tidak bisa melihat apapun. Kakekku dan kedua dosen yang menyertainya kalut dalam perasaan campur aduk karena tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Bersambung
Etiquetas:
cerita hantu,
Cerita horor,
cerita nyata,
cerita setan,
ghost,
gunaguna,
horor,
ilmu hitam,
misteri,
mysteri,
paranoid,
Penampakan,
santet,
truestory
viernes, 16 de marzo de 2018
The Exorcist (True Story) - Part 2
The Exorcist (True Story) - Part 2
Ok ini lanjutan ceritanya dari adders : Jeikuma
***
Udah hampir empat bulan kira-kira Mamakung sakit, waktu itu Mama sama keluarga yang lain (nenek, ua, tante) jengukin Mamakung ke rumah sakit, itu hari terakhir dia di rumah sakit setelah dua minggu di rawat inap.
Gue nganter mami ke rumah sakit, sementara ade gue ada di rumah sama pembantu (read; teh ina).
Pas masuk ruangan, gue bener-bener enggak tega, Mamakung badannya udah kayak tulang semua, dia jalan pun harus di bantu kursi roda, ada dua selang infus di paha sama di tangan terus di hidungnya ada selang oksigen.
Beliau lagi tidur di ranjang sambil kepalanya di elus-elus sama sepupu gue (Panggil aja Muti).
Gue gak tega liatnya sumpah, buang perasaan sedih gue duduk di sofa yang ada disana sambil main hp.
Dokter udah dateng dan bilang kalo Mamakung bisa pulang hari ini.
Pas dokter pergi, Mamakung tiba-tiba nangis suaranya serak sekali. Gue berusaha gak peduli karena sumpah itu nyayat hati.
Beliau nangis sambil bilang..
"Hayang di keureut ieu beuheung, saeutik we saeutik" (pengen di sayat ini leher, sedikit aja sedikit).
Tangan Mamakung yang cakar-cakar leher di turunin, mama gue udah nangis apalagi tante sementara ua sama nenek baca ayat kursi supaya Mamakung istigfar.
Itu bukan Mamakung yang minta, mungkin aja mahluk halus yang ada di tubuhnya.
Sekitar jam satu siang, gue dkk nyampe ke rumah Mamakung nama kampungnya 'Cinangka'.
Mamakung di baringin di kasur, masih ada selang oksigen di hidungnya, tanpa itu dia sulit nafas.
Di rumah Mamakung, udah rame ada mang ade, ua, aa, dan banyak. Ada juga 'gurunya pak ustad' disana.
Mereka lagi ngobrolin kapan Mamakung mau di 'bersihkan' dan ustadnya jawab abis magrib.
Gak tau kenapa harus jam segitu.
Nah, magrib udah tiba. Gue belum balik, masih sama mama disitu. Ustadnya ngaji dari tadi siang di kamar Mamakung, meskipun beberapa kali beliau teriak karena berisik (mungkin panas).
Barulah ustadnya bilang,
"Ini bisa di lakukan sekarang pak"
Di kamar Mamakung udah rame, lebih banyak laki-laki disana. Sementara gue ada di luar kamar, duduk di sofa yang depan depanan sama pintu kamar Mamakung. Gue bisa liat jelas.
Pertama, Mamakung di suruh duduk dan beliau nurut. Dia duduk.
Ustadnya duduk di belakang, tangannya pegang kepala Mamakung sambil baca ayat-ayat suci.
Tangannya ustad mulai turun, ke leher, bahu kemudian punggung.
Pas di daerah punggung, Mamakung mulai ngaduh kalau dia ngerasa panas.
Dan saat tangan ustadnya sampe pinggang.. Mamakung teriak keras, suaranya macam suara laki-laki, berat.
"Panas aing panas, teu kuat" (panas saya panas, gak kuat).
Ustadnya terus baca-baca, makin di teken pinggangnya makin kesakitan Mamakungnya.
Sampe akhirnya Pak ustad itu kejungkal kebelakang, kaya di dorong sama orang. (Saya berani bersumpah demi allah, kalo kejadian yang menimpa ustad ini beneran).
Gue yang lagi duduk langsung berdiri, takut, panik.
Gak lama ustad itu mental salah satu aa (read; abang) namanya A Hendri, dia kesurupan.
Tangannya cengkram karpet, suaranya ngegeram mirip suara macan, karpetnya dia cakar-cakar sampe kukunya berdarah, urat matanya merah (persis kaya orang sakit mata).
Beberapa kali di tanya sama pak ustad, mahluk yang ada di tubuh A hendri ini malah ngamuk, ngegeram marah.
Dan di yakinin kalo ini salah satu mahluk yang udah keluar dari tubuh Mamakung.
Akhirnya pak ustad ngeluarin mahluk itu dari tubuh A hendri. Barulah pas dia sadar, kuku jari tangannya diobatin.
Lewat isya, mama gue mutusin pulang tanpa gue, waktu itu gue di suruh nginep buat bantuin kalo nanti di butuhin. Mama bilang bakalan balik lagi besok sama adek dan gue cuma 'iyain'.
Malemnya, gue tidur sama ua. Gue sih ga bisa tidur saking takut, sementara yang lain tidur pules.
Gue bangun, haus, liat handphone udah jam 2 kurang. Akhirnya gue beraniin diri ke dapur buat ambil minum.
Waktu mau ke dapur gue liat sekilas ke kamar mamakung, beliau lagi duduk dengan pandangan kosong. Gue cuma ngeliatin awalnya ga berani nyamperin, tapi pada akhirnya gue samperin.
Dia gak nengok pas gue dateng,
"Mamakung belum tidur?" Dia gak jawab, masih ngelamun. Tiba-tiba tangannya keangkat, nunjuk sesuatu. (gue kaget)
"Coba, itu, tolong ambilin kain yang gerak-gerak disana"
Gue natap ke arah yang di tunjuk mamakung. Dan yang di maksud beliau enggak ada, dia nunjuk ke arah cermin. yang gue liat cuma pantulan bayangan sekitar, gaada kain yang gerak-gerak.
Dari arah kamar lain kedenger suara teriakan, itu gue kaget parah.
Ua, aa, mang ade, pada nyamperin ke kamar. Dan disitu ada umi.
Lagi kelojotan sambil teriak-teriak, gue di suruh manggil ustad dan langsung gue lakuin.
Gue dateng bareng Pak ustad, kebetulan aja beliau lagi sholat tahajud waktu itu.
Pas begitu nyampe si umi lagi di pegangin, karena terus menerus berusaha lari ke arah mamakung.
Matanya melotot, waktu di suruh istigfar nolak. Dibacain ayat-ayat suci makin teriak.
Sekiranya udah dua ustad yang gue panggil, sampe jam tiga pagi Jin yang lagi ngerasukin badan umi belum juga keluar.
Ustadnya udah kewalahan, sampe akhirnya di tanya apa yang dia mau dengan syarat keluar dari tubuh umi.
Dengan suara laki-lakinya dia jawab,
"Aing hayang hulu embe, di kubur hareupeun imah" (Saya mau kepala kambing, di kubur depan rumah)
Barulah jam segitu, ua sama a hendri buru-buru pergi nyari kambing. (bayangin aja jam segini nyari kepala kambing). Dan Alhamdullilah ketemu, gatau gimana caranya.
Jam empat, bapak-bapak sama abang-abang ngegali halaman depan rumah buat ngubur kepala kambingnya. Kira-kira jam lima baru selesai, dan saat itu juga Jin yang ada di badan umi keluar.
Terus pagi, gue langsung pulang karena mama gue ga dateng-dateng.
Capek, panik, takut. Itu gue pas perjalanan pulang.
Satu lagi kejadian horror yang kesimpan di memori otak,..
***
Empat bulan setelah kejadian itu, gue udah jarang ketemu Mamakung.
Sibuk di sekolah, dan masih trauma juga.
setiap ada apa-apa selalu mama gue yang dateng dan gue ga ikut.
Dari kabar yang gue denger waktu itu, Mamakung udah pindah ke rumah Alm.Datuk di daerah 'cipayung' dan rumahnya itu deket sama sekolah sd gue.
Dulu yang isi rumah itu, mamakung, ua har, dan mama gue.
Tapi sekarang cuma diisi sama ua amir. Dan disitu Mamakung tinggal sementara, pulang pergi ke rumah sakit untuk cuci darah berangkatnya dari sana.
Mamakung tinggal di cipayung selama kurang lebih tiga bulan.
Sakitnya udah satu tahun lebih, badannya makin hari makin kurus.
Terakhir gue jenguk waktu itu badannya udah macam tulang doang, dan gak berubah setelah empat bulan berlalu.
Hari senin, bulan Juli (atau Juni, lupa) gue di rumah, waktu itu di sekolah lagi ada acara kenaikan kelas dan gue gak dateng karena sakit tipes.
Mama udah berangkat kerja. Dan jam delapan pagi hp gue bunyi, pas gue angkat ternyata dari mama.
Suaranya serak, ada sedikit seseguk di tahan pas dia ngomong.
"Kenapa ma?" -gue
"De, siap siap ke cipayung. Mamakung meninggal"
"Innalilahi."
Denger kabar kayak gitu, jantung serasa di tonjok. Gue gak percaya, handphone di banting entah kemana.
Sampe pembantu gue nanya;
"Hp kok di lempar lempar sih, sayang sayang"
"Mamakung meninggal teh, hayu kecipayung sekarang".
Gue ganti baju buru-buru, gak sempet mandi cuma cuci muka, pakean juga cuma celana panjang sama jaket.
Langsung berangkat ke cipayung.
Sampe sana, gue liat mamakung udah di kafanin. Anaknya, Muti cuma bisa bengong, nahan tangis liat mamanya di balut kain kafan.
Belum lama gue sampe, tante gue dateng bareng sama mama.
Masuk masjid sambil teriakin nama Mamakung dan nangis tersedu-sedu.
Gue cuma ngeliatin dari pojokan, nangis, ga percaya.
Mamakung yang dulu punya warung dan jajanannya selalu gue colong, pergi ke sisi Allah.
Gue gak percaya, dan siapapun orang yang syirik sama Mamakung niscaya pasti dapat balasan yang lebih berat di akhirat nanti.
Amin.
Catatan :
Mamakung, beliau lahir tanggal 15 Oktober dan meninggal bulan Juli tahun 2012. Dikenal sosok yang tegas dan berpendirian teguh. Mamakung juga guru yang tegas dan disiplin.
Kejadian ini udah lama sekali, dan butuh bantuan sepupu juga buat ingat ulang kejadiannya.
Dan berhasil diingat walaupun cuma segini, hehe.
Mohon maaf sebelumnya kalau tulisan ini sulit dimengerti dan ada beberapa yang tidak jelas. Karena jujur saya bukan penulis.
Terimakasih untuk pembaca sekalian^^
The Exorcist (True Story) Part 1
The Exorcist (True Story) - Part 1
Ini kisah nyata kiriman adders : @jeikuma
***
Jadi gini, gue punya sodara, sodaranya itu adeknya nenek gue dan entah apa namanya gue ga ngerti. Panggilan keluarga untuk dia ya 'Mamakung' (read; mama jangkung) Jangkung itu bahasa sunda yang artinya Tinggi. Karena di keluarga juga Mamakung emang paling tinggi.
Sedikit penjelasan ya, Mamakung ini orangnya baik, tegas, keras dan pinter. Dia seorang guru berpendidikan tinggi, sampe pas dia diangkat jadi kepala sekolah ternyata ada yang syirik.
Berawal dari Mamakung sakit waktu itu, berat badannya turun terus beliau juga sering cerita sama nenek kalo badannya ada yang ga beres, dibawalah Mamakung ke dokter.
Dokter bilangnya kalo Mamakung kena penyakit gula (read; diabetes) karena memang dia keseringan minum sama makanan yang mengandung gula, secara berlebihan.
Awal sakitnya sih wajar, setelah beberapa bulan pengobatan ada sedikit kemajuan.
Cuma entah karena apa, beberapa bulan berikutnya kondisinya menurun, sakitnya makin parah bahkan jadi komplikasi.
Dokter bilang itu karena gula yang diderita, tapi ya aneh aja dulu sempet sembuh dan gak separah ini kenapa tetiba jadi parah.
Nah, barulah ketauan pas malemnya.
Jadi waktu itu seluruh keluarga besar dateng, nginep ramai-ramai buat nemenin Mamakung yang udah sakit lama.
Pas waktu subuh, pembantu gue (Sebut saja teh ina) dia mau sholat, pas mau masuk kamar mandi ngeliat pembantu Mamakung (sering dipanggil umi) lagi wudhu, cuma airnya ngalir dianya diem kaya ngelamun gitu. Lalu, di tanya sama Teh Ina, pas di tepok terus ngeliat Teh Ina, si umi ini malah teriak histeris sambil ngejar-ngejar Teh ina yang lari.
Mungkin teh ina juga takut kali ya, jadi dia jerit-jerit sampe bangunin semuanya (waktu itu gue belum bangun, ini di ceritain sama teh ina sendiri).
Sekitar jam lima gue baru bangun, denger suara berisik.
Gue turun dari kasur, keluar kamar dan begitu keluar ngeliat beberapa orang lagi nahan si umi yang 'ngamuk'.
Gue kaget, panik, takut, mau ke mama juga mama gue lagi bantuin si umi.
Terus gue noleh ke arah Mamakung, dia diem aja sambil ngelamun.
Entah ya, baru pertama kali gue ngeliat orang kesurupan depan mata terus ngamuk begitu rasanya pengen nangis, kaki lemes semua.
Semenjak itu gue trauma sama yang namanya 'hantu' atau hal-hal mistis, tapi sedikitnya gue juga suka cari tau hal-hal kaya gitu.
Orang-orang (om gue, kakek, sama ua) berusaha nahan si umi yang terus ngamuk, mulutnya ngeluarin ludah (ludahnya mirip sama liur kuda) gue liatnya mau muntah, tapi rasa takut gue lebih besar.
Barulah jam setengah 7 si umi ini bisa di tenangin, dia tidur pules di ruang tamu.
Tidur diatas karpet, sekalian diselimutin.
Gue masih deg deg'an, sementara yang lain berusaha nenangin Mamakung. Padahal yang gue liat beliau sama sekali enggak panik.
Setelah kejadian tadi subuh, gue gak berani ke kamar mandi, selalu aja ngikutin mama kemanapun sampe risih (masih sd gue waktu itu).
Siang dikit, jam 8 lah ya, si umi ini bangun. Langsung di kasih air hasil ngaji sama kakek dan dia minum sampe habis.
Cara bicaranya sih normal, dia juga udah mulai ngelakuin pekerjaannya seperti biasa cuma masih linglung. Keliatan sekali.
Sore, mama gue bilang kalo dia mau pulang (karena gue paksa hehe) adek gue masih kecil yang cowok jadi sering nangis, padahal anaknya gak cengeng.
Sebelum pulang mama gue minta umi buat beliin ayam kampung, mau dimasak di rumah untuk papah yang waktu itu baru pulang dari Medan.
Umi mah nurut aja ya, jadi dia pergi keluar buat nyari ayam pesenan.
Pas Umi keluar, Mang ade (supir pribadi Mamakung) punya inisiatif buat manggil ustad yang ada di kobong (semacam pesantren).
Akhirnya datenglah Pak ustad, gue lupa siapa namanya, dia duduk di ruang tamu sambil dengerin cerita dari nenek sama mama gue.
Sementara gue lagi di teras depan, merhatiin.
Terus gak lama si umi dateng bawa dua ayam di tangannya, warna putih sama warna item jambul merah.
"Bu, ieu hayamna aya dua, arek nu mana–" (bu, ini ayamnya ada dua, mau yang mana).
Baru ngelangkah ke arah ruang tamu buat nyamperin mama, tiba-tiba dia teriak histeris pas ngeliat ustadnya.
Gue gatau ya, mungkin ustadnya punya ilmu atau apa.
Pas denger itu, seluruh keluarga buru-buru nyamperin, sampe tetangga-tetangga juga dateng.
Gue peluk erat ade gue yang ketakutan, padahal gue juga takut.
Ayam yang di pegang udah kemana tau,
Umi berkali-kali sujud ke ustad sambil mohon mohon
"Hampura aing hampura, yaoloh, hampura hampura" (maafkan saya maaf, ya Allah, maaf maaf).
Dia sebut nama Allah tapi ngga jelas, kedengar kaya sebut 'aloh'.
Ustadnya gercep, langsung jidat umi di pegang terus sedikit di sentak ke belakang sambil baca baca surat.
Umi tereak makin kenceng, suaranya udah bukan kaya suara dia (kalo di suruh milih, gue milih gaakan pernah liat kejadian ini).
Pak ustadnya bilang, "saha maneh? ti mana? saha nu nitah maneh kan dieu?" (siapa kamu? dari mana? siapa yang nyuruh kesini?).
Umi bilangnya ada yang nyuruh, dia di suruh dan bakal di kasih imbalan. Tapi setiap di tanya sama siapa, dia gak jawab. Malah ketawa-tawa.
Baru lah dia bilang..
"Nepi keun ka panon na bucat, manehna maot karak aing balik ka imah" (sampe matanya pecah, dianya meninggal baru saya pulang ke rumah).
Mungkin disini yang di maksud dia adalah Mamakung ya, soalnya si umi ini nunjuk ke arah Mamakung.
Gak lama dia di usir secara paksa, diadzanin, di bacain surat surat sampe teriak panas. Terus umi pingsan.
Ditidurin lah dia di salah satu kursi ruang tamu,
udah banyak orang ngumpul di teras buat liat kejadian nyeremin tadi.
Ade gue sampe gamau lepas, berasa gendong kus-kus gue juga.
Yang gue liat, Pak ustad itu lagi ngobrol cuma gue gatau ngobrolin apa jaraknya jauh juga jadi gak kedengar.
Setelah suasana mulai tenang, tetangga udah pada pulang.
Gue masuk ke dalem sama ade, disana keluarga lagi pada bahas 'gurunya ustad'.
Ternyata ustad nyaranin kalau sebaiknya gurunya aja yang dateng, ngeliat kondisi yang udah lumayan parah. (itu yang gue denger).
Sebelum sore, gue dan beberapa keluarga lain memutuskan untuk pulang. Karena besok juga hari kerja, jadi pada pulang.
Gue lega udah pulang ke rumah, dan ngira bahwa masalah ini cuma sampe sini dan ternyata msh berlanjut.
Bersambung ...
Etiquetas:
cerita hantu,
Cerita horor,
cerita nyata,
cerita setan,
creepy,
creepystory,
gunaguna,
ilmu hitam,
misteri,
mysteri,
Penampakan,
santet,
scared,
scary,
scream,
truestory
jueves, 15 de marzo de 2018
Susuk (True Story) - Part 20
Susuk (True Story) - PART 20
Writer: Novafhe
Keesokan harinya , bella menelponku.
tak ku angkat tlp nya.
"Vin , angkat tlpku please" sms bella.
Tak lama bella menelponku , sempat lama ku biarkan hpku berdering sampai akhirnya ku angkat tlp dari bella.
"Vin , maaf kalo aku ganggu kamu. Kalo kamu ada waktu aku mau ketemu sama kamu" pinta bella
"Mau ngapain lagi ?" Sahutku
"Tenang vin , aku ga bakal minta kamu buat kasih aldi , Banyak yg mau aku ceritakan ke kamu. Jadi please tlong temuin aku yaa , anggap aja ini permintaan terakhirku" ucap bella.
Mendengar perkataan bella aku sempat tidak enak. Ku iyakan permintaan buat bertemu dengan nya besok siang.
Dengan di antar aldi , aku pergi kerumah bella.
Ku minta aldi tdk perlu menungguku.
Sesampainya di rmh bella , ada ibu bella yg mempersilahkan masuk dan mengantarku ke kamar bella.
Aku sempat terkejut melihat keadaan bella.
Ia terlihat kurus , tidak seperti bella yg selama ini aku kenal.
Badannya benar2 habis dan menyusut.
Separah itu kah penyakit bella.
Bella tersenyum kepadaku sama seperti biasanya selalu senyum dengan senyum khas nya.
Ia melambaikan tangannya memintaku duduk di samping tempat tidurnya.
"Kenapa ? Kamu kaget liat keadaanku?" Tanya bella
Aku hanya menggangguk , aku bingung harus berkata apa.
"Aku minta maaf ya vin slama ini udah bikin kamu dan aldi menderita , aku benar2 minta maaf"
"Kamu sakit apa bell ? Sdh ke dokter ?"
Bella hanya tersenyum kala itu. Benar2 miris melihat keadaan bella saat ini.
"Ga prlu ke dokter vin , pd akhirnya smua manusia juga bakal mati kok , mgkin ini ganjaran buatku udah nyakitin kamu sekeluarga" sahut bella.
"Sblm nya aku benar2 minta maaf vin udah coba celakain kamu , aku iri sama kamu vin bisa dapetin aldi bisa punya keluarga kecil yg bahagia bersama aldi"
"Asal kamu tau , sdh ku lakukan apa aja buat dapetin aldi , tapi nyatanya aldi malah tetap milih kamu ketimbang aku"
"Susuk yg ku pakai juga ga berpengaruh apa2 ke aldi"
Whaaattt ? Bella pake susuk ? Seriously ?
Dalam hati aku bertanya2 terus bella beneran pake susuk ?
Aku ga salah denger ?
Jadi selama ini bella cantik karna pake susuk ?
Jadi selama ini bella jadi incaran smua cowo karna ada sesuatu yg di pakai nya ? Bukan karna kecantikan alami nya ?
"Pasti kamu ga percaya , aku memang sudah lama pake susuk vin. Tapi awalnya bukan untuk memikat aldi.
Itu bukan tujuanku vin.
Aku sakit hati vin sama papa , seenaknya dlu dia tinggalin aku dan mama waktu masih kecil cuman karna cewe lain yg lbh muda dan cantik dari mama. Kami di ga punya apa2 waktu papa ninggalin kami , kasian mamah kesana kemari cari duit buat biayain aku , sekolahin aku.
Aku jadi benci sama makhluk yg namanya cowo.
Mulai dari itu ak bersumpah bakal bkin smua cowo manapun tergila2 sama aku dan aku bakal rusak hubungan mereka mau itu sama pacar atau sama istri mereka.
Makanya dari dlu banyak banget cowo di skolah atau kampus yg ngejar2 aku.
Aku puas vin bikin mereka bertekuk lutut dengan kecantikanku , aku puas bkin mereka yg sdh punya pasangan jadi berpisah karna cowonya berhasil aku rebut.
Tapi smua itu berubah saat aku benar2 sadar kalo aku cinta sama aldi.
Bukan sekedar cinta , tapi aku juga pengen miliki aldi.
Ada yg lain di diri aldi yg ga d miliki pria2 lain.
Cuman aldi yg ga mempan sama pesona susuk yg aku pakai.
Tapi sayangnya Aldi malah milih kamu vin , aku benar2 patah hati waktu itu.
Aku benar2 sakit hati aldi lbh milih kamu ketimbang aku.
Itu sebabnya aku milih buat pindah kampus dengan alasan job. Sdh dari lama aku tau aldi suka sama kamu.
Aldi selalu curhat ke aku.
Aku sempat melupakan aldi , tapi kenangan itu terusik kembali saat aku ketemu aldi di luar kota.
Aldi lbh dewasa vin , aku melihat aldi benar2 sosok pria yg pantas jadi pendampingku. Aku terobsesi memiliki aldi.
Itu sebabnya aku mencari jalan pintas buat memelet aldi berharap aldi berpaling dari kamu".
Aku terdiam mendengar smua penjelasan bella.
Ingin sebenarnya aku marah , tapi lagi2 aku tak tau harus bagaimana.
"Maaf juga vin atas segala perbuatan yg meninpamu saat itu maaf aku berusaha mencelakakanmu , skrg aku sdh menerima smua akibat perbuatanku. Aku tau sakit yg aku derita sekarang bukan pnyakit medis melainkan sakit akibat perbuatanku selama ini , aku pasrah vin aku cuma mau kamu dan aldi maafin aku. Aku pengen suatu saat bisa pergi dengan tenang , aku gamau kamu benci aku"
"Aku maafin kamu bell , aku juga minta maaf kalau udah bkin kamu sakit hati , aku benar2 gatau prasaanmu ke aldi" sahutku
Aku pun memeluk bella dengan erat ,
Aku benar2 sedih mendengar smua cerita bella.
Bella menangis di pelukanku kala itu.
Setelah berkeluh kesah akhirnya aku pamit pulang pada bella , sblm pulang skali lagi bella meminta maaf kepadaku.
Ku yakinkan bella kalau aku sdh memaafkannya dan tak perlu mencemaskan lagi perasaanku.
Sampai di rmh aku masih kepikiran smua ucapan bella.
Masih tidak percaya aku di buatnya , bella sampai senekat ini.
Bella yg pintar dalam segala hal percaya dengan ilmu2 hitam seperti ini.
Lalu...Apa mgkin keadaan bella skrg karna pengaruh air dari pak ustad yg di minumnya tempo hari ?
Sempat ku telpon pak ustad untuk menanyakan hal ini , pak ustad membenarkan rasa penasaranku.
Air tersebut memang di tujukan kepada org2 yg memiliki ilmu sihir atau benda sihir di dalam tubuhnya.
Setelah minum air itu , ilmu sihir di dalam tubuh org tsb bakal pudar dan hilang.
Bella , semoga kamu baik-baik saja doaku.
Seminggu setelah menjenguk bella , aku mendengar kabar kalo bella pada akhirnya meninggal dunia.
Aku benar2 terkejut mendengarnya.
Ibu bella yg menelponku memberikan kabar duka ini.
Aku dan aldi pun melayat ke rumah duka dan memberikan penghormatan terakhir untuk bella.
Benar2 ga di sangka persahabatan kami harus berakhir seperti ini.
Semoga kamu tenang di sana bella ,
Semoga sakitmu menjadi pelebur dosa2mu.
doa dan maafku menyertai kepergianmu.
Jauh di lubuk hati ku , aku menyangimu sahabatku , bella.
[TAMAT]
*Terima kasih banyak buat smua pembaca yg sdh setia meluangkan waktu nya buat baca cerita ini dari awal sampai akhir.
Sampai berjumpa di cerita berikutnya.
Salam ,
Nova
miércoles, 14 de marzo de 2018
Susuk (True Story) - Part 19
Susuk (True Story) - PART 19
Writer: Novafhe
Aku sempat basa basi menanyakan kabar ibu bella.
Ibu nya menyahut kalau keadaannya baik-baik saja.
Ibu bella pun bercerita maksud kedatangannya kerumahku.
Ia memintaku dan aldi untuk menemui bella.
Bella sakit ujarnya.
Sudah 2 minggu terakhir bella sakit dan hanya bisa terbaring di ranjang.
Sudah di paksa untuk ke dokter tapi bella menolak , bella hanya meminta aldi dari kemarin.
Ibu bella pun meneteskan air mata sambil menceritakan keluh kesahnya kpadaku.
Beliau memohon kepadaku untuk mengijinkan aldi bertemu bella.
Aku sempat menolak dan mengutarakan alasanku menolak permintaan ibu bella.
Ibu bella memegang tanganku ia meminta maaf atas perbuatan bella yg menyakiti ku selama ini.
Beliau terus memohon agar aku mau mengijinkan bella untuk bertemu aldi.
dengan berat hati aku mengiyakan permintaan ibu bella.
Sebenarnya aku tak ingin berhubungan sedikitpun dengan bella lagi.
Apalagi ini menyangkut aldi.
Aku berjanji sepulang aldi kerja akan menyuruh aldi menjenguk bella.
Beliau terlihat senang atas jawabanku.
Setelah lama bercerita akhirnya ibu bella pamit pulang.
Tak lama setelah ibu bella pergi , aldi pulang.
Lgsung ku ceritakan persoalan ibu bella tadi.
Sambil tertunduk Ku suruh aldi menjenguk bella , aldi sempat menolak.
Aldi mau bertemu bella asal aku juga ikut tapi aku blm siap untuk bertemu bella lagi.
Aku takut tak bisa menjaga emosiku.
Ku minta aldi malam ini juga menjenguk bella dengan syarat apapun yg terjadi aldi tdk boleh sampai menginap di rmh bella.
Aku mengancam kali ini tdk akan memaafkan aldi kalau sampai aldi menginap di rmh bella.
Aldi setuju , setelah mandi ia pun bergegas pergi krmh bella.
Sudah pukul 10 malam , akhirnya aldi pulang dr rmh bella.
Aldi menceritakan bella sepertinya sakit keras , muka nya pucat tubuhnya menyusut mgkin akibat susah makan.
Mendengar cerita aldi jujur aku sempat sedih.
Sakit apa sebenarnya bella ?
Ibu bella tdk menceritakan perihal penyakit bella saat kerumah tadi.
Apa ini ada hubungan nya dengan semua perbuatannya selama ini ?
Aku menebak2 di dalam hati apa yg sebernanya terjadi dengan bella.
Apa bella memang sedang terkena penyakit ?
Atauuuu ini akal2an nya lagi sengaja terlihat sakit supaya aldi tunduk dan takhluk kepada bella ?
Apa ini rencana bella supaya bisa memiliki aldi seutuhnya ?
Selama ini bella tdk segan2 melakukan hal nekat untuk memuluskan rencana nya , aku benar2 harus waspada.
Aku tak mau bella menguasai aldi lagi kali ini.
Bersambung....
Next episode terakhir
Etiquetas:
cerita hantu,
Cerita horor,
cerita nyata,
creepy,
ghost,
gunaguna,
ilmu hitam,
misteri,
mysteri,
pelet,
santet,
scared,
scary,
story,
susuk,
thriller,
truestory
martes, 13 de marzo de 2018
Susuk (True Story) - Part 18
Susuk (True Story) - PART 18
Writer: Novafhe
Jam 7 pagi ku dengar suara mobil aldi , lgsung cepat2 aku keluar.
Akhirnya aldi pulang , blm lagi dia masuk rmh sudah ku tnya apa air yg d kasih pak ustad sdh di minumkan .
Aldi mengangguk.
Aku balik bertanya apa ada reaksi di diri bella ? Apa bella mengalami sesuatu perubahan ? Apa terjadi hal2 aneh pada bella ?
Begitu banyak pertanyaan yg ku lontarkan ke aldi pagi itu.
Aldi hanya berlalu masuk ke dalam dan tak menjawab satupun pertanyaanku.
Sepertinya aldi memang kelelahan saat itu.
Setelah waktu dhuha , ku tlp pak ustad.
Aku mengadu kalau air yg ia berikan sdh di minumkan ke bella.
Dengan penasaran ku tnyakan apa sebenarnya khasiat air itu.
Pak ustad menjelaskan , kalau itu hanya air putih biasa yg di bacakan ayat2 suci al quran.
Air itu cuma untuk mengusir hal2 negatif di diri bella , dengan harapan bella bisa tersadar dari kekeliruannya selama ini.
Semoga saja bella benar bisa sadar akan semua perbuatannya.
Walau bagaimanapun dia temanku juga.
Sudah seminggu ini hidupku aman terntram damai.
Bella ? Seminggu ini dia tdk smskali mengganggu ku dan aldi.
Ku pikir mgkin karna air yg di minum bella dari pak ustad sdh menunjukkan khasiatnya sehingga bella sadar dan tak menggangguku lagi.
Karna lusa longweekend , aku dan aldi berencana ke luar kota sekedar refreshing menghilangkan penat atas semua kejadian yg menimpa kami beberapa waktu terakhir ini.
Tapi sehari sblm pergi ke luar kota , bella ada menelpon aldi mengajak ketemuan aldi menolak.
Saat hari H kami brangkat bella juga sms mengadu sakit dan benar2 ingin bertemu aldi.
Ku minta aldi untuk tidak merespons smua sms atau tlp bella.
Aku ingin liburanku kali ini bisa tenang tanpa bella.
Aldi menurut dengan smua permintaanku.
Liburanku pun berjalan lancar , selama liburan memang bella tdk ada lagi menghubungi aldi.
Ahh mgkin bella perlahan sdh pergi dari kehidupan aldi pikirku.
2 minggu berlalu , bella muncul lagi.
Ia sms aldi , meminta aldi menemui nya.
Aldi mengadu kepadaku.
Ku minta aldi untuk tidak meresponsnya .
Keesokan harinya saat hendak tidur bella menelpon aldi , tapi kali ini aku yg mengangkat.
Suara bella terdengar lirih , seperti org sakit.
Mgkin akal2an bella pikirku , aku hapal kelakuan bella.
Dan aku yakin akan aktingnya kali ini.
Sudah sering kali bella melakukan hal2 busuk demi memuluskan rencana nya
Bella memohon dan memintaku mengijinkan aldi menemui nya . Ku tolak mentah2 permintaan bella.
Ku peringatkan bella untuk tidak menggangguku dan aldi lagi.
Blm sempat bella menyahut lgsung ku tutup tlp bella.
2 hari kemudian , aku kedatangan tamu.
Tamu yg membuatku sedikit terkejut.
Ternyata ibu bella yg datang bertamu , mau apa ibu bella datang kerumah ku ?
Bersambung...
Etiquetas:
cerita hantu,
Cerita horor,
cerita nyata,
creepy,
ghost,
gunaguna,
Horror,
ilmu hitam,
misteri,
mysteri,
pelet,
Pesugihan,
santet,
scream,
susuk,
truestory
lunes, 12 de marzo de 2018
Susuk (True Story) - Part 17
Susuk (True Story) - PART 17
Writer: Novafhe
Setelah aldi pulang mengantar bella ntah kemana saja , aku mengintrogasi aldi.
Kemana saja mereka sharian ini , aldi menjelaskan dengan detail kemana saja mrka pergi.
Jujur aku cemburu berat , jujur aku masih kesal jika mengingat bella yg mengaku hamil anak aldi.
Aku benar2 yakin walaupun tempo hri aldi tidur di kamarnya , mereka tdk melakukan apa2.
Aku tau aku naif takut menerima kenyataan atau memang aku cinta buta kepada aldi ,
Tapii Instingku mengatakan begitu , aku sangat yakin akan hal itu.
Semua ini hanya akal2an bella yg memang sengaja membuatku marah dan ingin membalasku.
Ohya , aku hampir saja lupa sebelum pak ustad pulang tadi , pak ustad memintaku untuk meminumkan air yg sudah d doakannya untuk aldi.
Ku suruh aldi minum , pertama ia menolak namun akhirnya karna ku paksa terus menerus aldi menurut.
Pak ustad juga memberikan air yg di buat khusus untuk bella.
Cara meminumkannya ? Gampang
Saat bella mengajak aldi pergi lagi , aku bakal nyuruh aldi memasukkannya di minuman bella , ya walaupun aku hrus rela dulu aldi pergi atau jalan lagi bersama bella.
Benar saja apa yg ku pikirkan , tengah malam buta bella menelpon aldi.
Meminta aldi datang kerumahnya dengan alasan ia sendirian dan merasa tdk enak badan . Bella takut kalau kenapa2 dengan diri dan calon baby nya.
Kurasa bella memang sudah gila , tidak puas sepertinya kalo tidak menggangguku dan aldi.
Ku larang aldi untuk pergi karna saat ini sudah pukul 2 malam.
Tapi bella terus saja menelpon aldi.
Ku matikan hp aldi supaya bella tdk bs menghubungi aldi lagi.
Kami pun melanjutkan tidur.
Baru stgh jam aku tertidur , tiba2 pintu kamarku di ketuk , aldi membuka pintu.
Ternyata ibuku , ibuku bilang kalau ada bella di depan.
Ya tuhaaan , jam 3 subuh bella kerumah mau ngapain ? Cari aldi ? Keterlaluan!
Aku dan aldi bergegas ke depan menemui bella , sambil tersenyum bella lgsung menarik tangan aldi.
"Kamu kok jahat sih di , masa aku yg sakit begini smpe nyamperin kamu?"
Aku menatap bella sinis , ku suruh bella pulang karna menurutku tdk sopan bertamu subuh2 begini.
"Ayoo di buruan , aku bs pingsan kalo lama2 berdiri dsni! Atau kamu mau aku nginap di sini ? Di kamarmu ?"
Mataku lgsung melotot , rasanya mau ku tampar bella saat itu.
Aldi pun menarikku kedalam , aku sdh tau mksd aldi.
Yaaa yaaa , lagi2 aku harus mengalah mengijinkan aldi pergi dengan bella.
Aldi berkilah supaya bella tdk lbh lama bikin onar di rmh mau tdk mau aldi hrus ikut dengan bella.
Ku peringatkan aldi agar tidak macam2 saat berdua dengan bella.
Tak lupa ku ingatkan juga aldi buat membawa air yg sdh d sediakan untuk bella dari pak ustad.
Aldi hanya mengangguk tanda paham.
Sblm mereka pergi , bella berpamitan
"Pinjam yaa aldi nya , kalo nanti aku udah sah juga jadi istri aldi , kamu hrus lbh sabar karna aldi bakal lbh bnyak bersamaku , ucap bella sambil mencium mesra pipi aldi"
Aku maju mencoba menampar bella , tapi aldi berhasil menghalangi tangaku.
Aku benar2 emosi saat itu.
Akhirnya aldi berpamitan untuk pergi ,
Dgn kesal aku melepas kepergian aldi.
Berambung
Etiquetas:
cerita hantu,
Cerita horor,
cerita nyata,
creepy,
gunaguna,
horor,
ilmu hitam,
misteri,
mysteri,
paranoid,
phobia,
santet,
scary,
scream,
susuk,
truestory
domingo, 11 de marzo de 2018
Susuk (True Story) - Part 16
Susuk (True Story) - PART 16
Writer: Novafhe
Keesokan harinya , pak ustad kembali datang kerumah.
Tapi kali ini dia tak datang sendiri.
Pak ustad datang bertiga bersama temannya yg seprofesi.
Sambil menangis ku ceritakan lagi kejadian yg ku alami semalam.
Aldi yg saat itu ada di sampingku mencoba menenangkan ku.
Ku ceritakan smua keluh kesahku ke pak ustad.
Pak ustad mencoba membantuku.
Seperti biasa ia menyuruhku mengikuti doa2 yg ia baca.
Sementara itu , teman2 pak ustad meminta ijin untuk berkeliling rumah.
Ternyata memang benar ada sesuatu yg ganjil.
Ada yg menanam sebuah besi seperti tusuk konde dan lilitan rambut di halaman samping rumahku.
Kata pak ustad itulah media sihir yg di kirim seseorang kepadaku.
Akan ada makhluk yg menggangguku terus menerus kalau besi itu tdk di musnahkan.
Teman Pak ustad pun membungkus besi itu dengan kain putih , percaya tdk percaya seperti sulap di tv setelah di bacakan doa kain itu berasap dan besi yg tadi ada di dalam kain tiba2 melebur menjadi debu.
Aku cuman bisa melongo melihat kejadian itu.
Aku kembali di obati pak ustad , setelah meminum air dari pak ustad aku kembali memuntahkan pecahan kaca dari dalam tubuhku.
Pak ustad tetap terus membaca doa hingga akhirnya badanku terasa mulai ringan.
Mual yg tadi aku rasakan juga mulai berkurang.
Semoga ini awal dari kesembuhanku.
Setelah selesai mengobatiku , pak ustad menjelaskan kalau org yg mengirim sihir ingin membunuhku pelan2.
Maka dari itu banyak benda2 asing bersarang di dalam tubuhku.
Kalau aku biarkan , mgkin dalam waktu dekat aku memang pasti mati perlahan karna kesakitan.
Astagfirullahhaladzim , tega nya org yg melakukan ini.
Salah apa aku sampai di buat begini , apa benar ini perbuatan bella ?
Sejahat itu bella kepadaku.
Sedang asik mendengarkan penjelasan pak ustad , tiba2 ada bella datang kerumah.
Pass , dia datang di saat yg tepat.
Bella mencari aldi , aldi pun lgsung keluar menemui bella dan menanyakan apa keperluannya.
Bella mengaku sedang mengidam dan ingin aldi menemani nya pergi makan.
Saat aldi sedang d luar bersama bella , teman pak ustad nyeletuk kalau wanita di luar memiliki aura negatif yg sangat besar.
Ku iyakan apa kata tmn pak ustad itu , ku ceritakan bahwa itulah sosok bella yg selama ini ku maksud.
Pak ustad juga menambahkan kalau bella saat itu tdk datang sendiri , ia seperti memiliki "bodyguard" yg selalu mengikuti tapi berasal dari dunia lain.
Mgkin itu penjaga bella , ntah darimana bella bisa bersekutu dengan makhluk2 seperti itu.
Ntah dari mana pula bella bisa berurusan dengan hal2 jahat seperti ini.
Terdengar di luar bella terus merengek mengajak aldi keluar , ia mengancam akan mogok makan kalau aldi tdk menuruti kemauannya.
Ia terus merengek kalau ini kemauan jabang bayi.
Aku sungguh kesal dengan tingkah bella ya sok2 manja pada aldi.
Lalu Aldi menatapku , aku hanya diam walaupun dalam hati aku ingin aldi menolak permintaan bella.
Tapi aku salah , aldi luluh dan pergi menuruti kemauan bella.
Lagi lagi aldi pergi bersama bella.
Sambil memeluk dan menggandeng tangan aldi , bella mengajak aldi untuk cepat masuk mobil.
Tidak ada perlawanan atau penolakan smskali dari aldi.
Malah aldi terkesan plin plan.
Bella tersenyum puas kepadaku.
Lagi lagi pak ustad memperingatkanku untuk berhati2 , karna makhluk yg menjaga bella memang sangat kuat.
Kuat dugaan bella juga yg mengirim sihir kepadaku.
Ahhh sebenarnya aku sudah merasakan itu dari dulu kalau memang bella yg selama ini "mengerjaiku"
BERSAMBUNG ...
Etiquetas:
cerita hantu,
Cerita horor,
cerita nyata,
Devil,
ghost,
gunaguna,
Horror,
ilmu hitam,
misteri,
Penampakan,
santet,
scared,
scary,
scream,
susuk,
truestory
sábado, 10 de marzo de 2018
Susuk ( True Story ) - Part 15
Susuk ( True Story ) - Part 15
PART 15
Writer: Novafhe
Pagi harinya perutku terasa mual lagi , sdh dari tadi aku ingin muntah , tapi aku takut kejadian kemarin terulang lagi.
Hingga akhirnya aku benar2 tak kuat , cepat2 aku berlari ke kamar mandi.
Benar saja , muntahku kali ini masih bercampur darah dan rambut.
Aku kenapaa ?
Aku ceritakan smua yg ku alami ke adikku.
Adikku pun menyarankan supaya aku menghubungi pak ustad kemarin.
Ia benar , ku tlp pak ustad.
Aku minta tlong agar pak ustad bs menjengukku dirmh untuk melihat keadaanku.
Pak ustad berjanji bsk bada isya berkunjung kerumah.
Tepat keesokan harinya pak ustad datang.
Ku ceritakan apa yg aku alami.
Pak ustad sempat kaget , ia berkata ada org yg mengirimkan sihir kepadaku.
Bella ?
Apa bella yg melakukan ini smua ?
Karna bella tempo hri sempat mengancam akan mencelakakanku.
Seperti biasa pak ustad memintaku mengambil segelas air.
Setelah itu pak ustad membacakan ayat2 alquran.
Ku minum air dari pak ustad tadi , lalu pak ustad memintaku mengikuti ayat2 suci al quran yg ia lantunkan.
Lagi2 bibirku kelu.
Kepala ku berat , pundakku pun terasa berat kala itu. Tak lama aku muntah
Seperti kemarin2 di dalam muntahku muncul rambut dan kali ini bersamaan dengan pecahan kaca.
Mataku terbelalak melihat apa yg aku muntahkan.
Seperti kejadian cerita2 horor ku alami sendiri saat ini.
Pak ustad terus membacakan doa , lalu memercikkan air ke ubun2 kepalaku.
Tubuhku rasa terbakar terkena percikan air.
Pak ustad menyuruhku ttp focus dan mengikuti semua doa yg ia ucapkan.
Kepalaku berat tiba2 smua gelap.
Aku tak sadarkan diri.
Akhirnya aku tersadar setelah sempat pingsan selama 30 menit.
Karna hari sdh malam , pak ustad memintaku melanjutkan pengobatan bsk lagi setelah waktu dhuha.
Ia cuma memintaku terus minum air yg d berikannya.
Aku lemas , tenaga ku benar2 habis terkuras malam itu.
Ku putuskan untuk segera beristirahat.
Baru saja menarik selimut , wanita rambut panjang itu muncul di hadapanku.
Wajahnya sangat dekat dengan wajahku. Aku mencoba berteriak tapi mulutku seperti terkunci.
Sekuat tenaga aku mencoba menggapai badan aldi yg sedang tertidur di sampingku.
Tapi usahaku sia2 , aku baca smua doa yg aku tau.
Makhluk itu malah menaruh tangannya di mulutku.
Aku smakin takut , aku beristighfar dalam hati.
Sekuat tenaga aku mencoba melepaskan diri.
Akhirnya makhluk itu pergi dari hadapanku sambil melambaikan tangannya ke arahku.
Aku menangis , bukan karna takut akan sosoknya.
Tapi menyesali smua kejadian yg terjadi kepadaku akhir2 ini.
Bersambung ...
viernes, 9 de marzo de 2018
Susuk (True Story) - Part 14
Susuk (True Story)
Writer: Novafhe
Part 14
***
Aku masih kepikiran kata-kata Bella tadi, Bella hamil anak Aldi?
Tsrus aku harus gimana? Aku gak mau berpisah dengan Aldi apalagi cuman gara-gara akal busuk Bella.
Aku yakin pasti Bella tidak hamil, ia hanya berpura-pura, Instingku berkata begitu.
Tapi kalau itu benar anak Aldi, apa aku yang harus mengalah dengan melepaskan Aldi? Aku belum siap berpisah dari Aldi.
Akhirnya Aldi pulang, sepertinya dia juga shock.
Melihat aku cuman melamun di kamar, Aldi menghampiriku.
Ia meminta maaf kepadaku, aku tau ini bukan sepenuhnya salah Aldi. Tapi aku hanya bisa diam saat itu.
Aldi memintaku untuk sabar dan ia berjanji akan menyelesaikan semua permasalahan ini secepatnya.
Tak lama, tiba-tiba aku merasa mual dan ingin muntah.
Aku pun berlari ke kamar mandi, perutku sakit.
Akhirnya aku muntah.
Tapiiii aku benar-benar terkejut dengan apa yang aku lihat, aku muntah darah dan ada banyak rambut di dalam muntahku.
Sakit apa aku? Aku shock melihat apa yang aku muntahkan.
Selesai dari kamar mandi, aku cuman bisa terdiam tak kuceritakan apa yang barusan aku alami kepada Aldi.
Kami pun bersiap tidur.
Malam itu aku gelisah, susah untuk memejamkan mata.
Baring salah, duduk pun salah.
Aku hanya bisa melamun di depan kaca.
Masih terpikirkan olehku tentang Bella, tapi aku juga kepikiran yang aku alami di kamar mandi tadi.
Sebenarnya sakit apa aku?
Kenapa sampai ada rambut di dalam muntahku?
Sedang berpikir keras, tiba-tiba seperti ada yang lewat di belakangku.
Aku refleks menoleh ke belakang namun tak ku temukan siapapun.
Saat hendak berkaca lagi ternyata ada sosok wanita berambut panjang berdiri persis di belakangku.
Matanya merah, mukanya sedikit hancur.
Aku langsung berteriaaaak.
Aldi yang mendengar teriakanku terbangun dan bertanya apa yang terjadi.
Aku hanya bilang kalau kakiku terinjak kecoa di lantai.
Aldi langsung menarikku ke ranjang lalu ia memelukku erat menyuruhku cepat tidur.
Sekuat tenaga aku mencoba untuk tidur dan akhirnya aku tertidur juga.
Tidur ternyata bukan pilihan terbaik malam itu, aku bermimpi bertemu wanita berambut panjang tadi.
Iaa wanita yang ada di kaca tadi muncul lagi di mimpiku.
Di dalam mimpi, Wanita itu memangku Aldi sambil mengusap-usap rambut Aldi.
Sesekali ia tersenyum ke arahku.
Sesekali ia seperti menertawakanku.
Aku berusaha menarik Aldi, tapi makhluk itu seperti melilitkan rambut panjangnya ke tubuh Aldi hingga aku susah untuk menggapai Aldi.
Apa maksud dari mimpi ini?
Apa ini ada hubungannya lagi dengan Bella?
Bersambung..
Susuk (True Story) - Part 13
Susuk (True Story)
Writer: Novafhe
Part 13
Lagi-lagi Bella hanya tersenyum sinis.
"Sorry ya Vin, aku gamau ngalah lagi.
Kali ini Aldi hrus jadi milikku".
"Dulu aku boleh mengalah, sekarang dengan cara apapun bakal ku rebut kembali Aldi dari siapa pun itu"
"Aku gak perduli dia suami mu, temanmu atau siapa pun itu! Siapa saja yang menghalangiku siap-siap saja berurusan denganku. Aku gak segan-segan bikin celaka siapa saja yang menghalangiku" ucap Bella.
Refleks aku menampar wajah Bella karena mendengar semua perkataannya.
Orang-orang di cafe sempat memperhatikan kami.
Bella benar-benar nekat, Bella benar-benar seperti pshyco yang terobsesi memiliki Aldi.
Aku balik memperingatkan Bella untuk tidak menggangguku dan Aldi lagi.
Lalu aku beranjak bersiap meninggalkan Bella .
Sebelum aku pergi, Bella mengancamku kembali, ia mengancam akan mencelakaiku atau siapa pun saja yang menghalangi niatnya.
Tak kuhiraukan ancaman Bella, aku berlalu meninggalkan Bella.
Sesampainya di rumah, masih teringat semua perkataan Bella.
Sebenarnya aku takut, takut kalau Bella benar-benar nekat.
Semoga saja Tuhan melindungi keluarga kecilku.
Beberapa hari ini Aldi mulai tampak baikan, keadaannya pun berangsur normal seperti sedia kala.
Aku juga, beberapa hari ini merasa tenang karena makhluk hitam itu tidal menggangguku lagi.
Bella oh yaaa Bella, beberapa hari ini dia juga tak mengganggu Aldi walaupun hanya lewat SMS.
Aku mulai tenang hingga suatu hari aku terjatuh sakit.
Sudah 3 hari belakangan ini aku demam dan panas tubuhku tak kunjung turun. Biasanya setelah minum obat panas tubuhku bisa kembali normal.
Aldi pun berinisiatif mengajakku ke dokter, akan tetapi kata dokter aku memang hanya demam biasa dan di suruh banyak beristirahat.
Tepat hari ke lima, demamku mulai mereda, tapi perutku sering keram dan sakit. Kadang aku muntah-muntah.
Nafsu makanku kacau, hanya bisa terbaring di tempat tidur.
Apa aku hamil? Aldi juga sempat berfikir begitu. Tapi aku belum memberanikan diri untuk periksa kehamilan. Jadi kuabaikan saja sakitku saat itu.
Pagi itu, saat Aldi hendak berangkat kerja tiba-tiba Bella datang kerumah.
Aku sempat terkejut, mau apa Bella sepagi ini.
Saat Aldi membukakan pintu, Bella langsung menangis dan memeluk Aldi.
Aldi juga sempat bingung lalu menyuruh Bella masuk dan duduk, aku memperhatikan mereka dari balik lemari.
Bella mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan menunjukkan benda itu ke Aldi.
"Aku positif hamil Di, ini anak kamu".
Aku yang mendengar dari kejauhan langsung berlari menghampiri mereka berdua.
"Gak mungkin, kapan kita berhubungannya ?" Balas Aldi.
"Kamu pasti lupa Di, waktu di Jogja kamu kan mabuk waktu itu" sahut Bella.
"Ga mgkin itu anak Aldi, pasti kamu mengada-ada supaya Aldi ngikut kamu" celaku.
"Kalo gak percaya ayo kita ke dokter kandungan sekarang kita buktikan kalau perkataanku benar" tantang Bella kepadaku.
Bella pun menangis memohon kepada Aldi, Aldi hanya terdiam.
Dan aku? Aku bisaaa apaaaa, seperti biasa aku cuman bisa nangis.
Tapi kali ini aku berhasil menyembunyikan tangisanku.
Perasaanku? Jangan di tanya perasaanku saat itu gimana.
Hancurr ibarat kaca mugkin pecah berkeping-keping.
Aldi pun mengajak Bella keluar dan seperti nya mengantarkan Bella pulang juga.
Bersambung..
martes, 6 de marzo de 2018
Susuk (True Story) - Part 11
Susuk (True Story)
By Novafhe
Part 11
***
***
Dua hari setelah kepulanganku, Aldi baru pulang kerumah.
Ibu mertuaku kemarin sebenarnya menelpon memberitahukan bahwa sepulang nya dari Jogja Aldi menginap di rumah orang tua nya.
Ibu mertuaku meminta maaf kalo Aldi membuat onar lagi.
Aku hanya meminta ibu mertuaku mendoakan yang terbaik untuk hubungan kami berdua.
Beberapa hari ini Aldi tak banyak bicara,
sama! Aku juga tidak menegur Aldi saat di rumah.
Aku masih marah, aku memang pantas marah.
Walaupun aku tau mungkin saja Aldi terkena guna-guna Bella lagi, tapi rasa kesal dan marah itu tetap ada.
Kadang aku berpikir, untuk apa Bella yang cantiknya luar biasa itu mengirim guna-guna ke Aldi? Apa Bella tidak punya pria lain untuk di goda?
Apa Bella sebegitu tidak laku nya sehingga mengganggu rumah tanggaku.
Setiap sholat aku meminta kepada Tuhan agar mengembalikan Aldi-ku yang dulu, aku meminta agar Tuhan menyadarkan dan melindungi Aldi dari pengaruh Bella.
Bella semakin terang-terangan ingin merusak rumah tanggaku.
Semakin terang-terangan menunjukkan kalau ingin memiliki Aldi.
Hari yang kutunggu pun akhirnya tiba.
Alhamdulilah pak ustad memiliki waktu luang untuk berkunjung kerumahku.
Ia datang bersama anaknya kali ini.
Saat sedang asik ngobrol di ruang tamu, pak ustad memintaku memanggil Aldi.
Sebenarnya aku enggan untuk berbicara dengan Aldi.
Tapi aku mengalah, ku panggil Aldi untuk menemui pak ustad.
Awalnya ia menolak, tapi aku berdalih kalo pak ustad adalah teman ibu yg ingin bersilaturahmi dan bertemu dengan suamiku.
Akhirnya Aldi keluar kamar dan mau menemui pak ustad.
Sebelum bertemu Aldi, sebelumnya pak ustad sudah menyediakan air yang telah di bacakan doa.
Pak ustad memintaku mencampur air itu di minuman Aldi.
Saat sedang asik bercengkrama dengan pak ustad aku menyuruh Aldi untuk meminum airnya.
Pada awalnya tidak ada reaksi apa-apa.
Tapi ... saat pak ustad pelan-pelan memegang tasbihnya dan mulai berdzikir pelan, Aldi mulai bereaksi, ia seperti orang mabuk.
Kadang mengerang, kadang ingin muntah.
Aldi sempat tak sadarkan diri, tapi tiba-tiba ia tertawa.
Kata pak ustad itu bukan Aldi, tapi makhluk yang selama ini ada di dalam tubuh Aldi.
Pak ustad pun menanyakan siapa makhluk yang ada di tubuh Aldi dan apa tujuannya sampai-sampai harus bersemayam di tubuh Aldi.
Saat pertama, makhluk itu enggan berbicara dan menjawab pertanyaan pak ustad. Tapi setelah panjang lebar pak ustad membaca doa akhirnya makhluk itu menyerah juga.
Makhluk itu mengaku di utus tuannya yang tiada lain, tiada bukan adalah Bella.
Ia di minta tuannya untuk menutup mata dan hati Aldi hanya untuk Bella.
Makhluk itu juga mengaku, kalau Bella sengaja meminumkan "darah menstruasi" nya ke Aldi supaya Aldi tunduk dan terikat dengan Bella dan saat Bella sudah memiliki Aldi seutuhnya, makhluk itu bisa membawa Vino anakku sebagai tumbal.
Rasa di sambar petir aku mendengar pengakuan itu, sampai hati Bella melakukan ini semua kepadaku dan Aldi.
Begitu terobsesinya kah Bella pada Aldi sampai ia melakukan perbuatan hina ini.
Mendengar semua pengakuan dari makhluk utusan Bella, pak ustad meminta makhluk itu untuk pergi dan tidak mengganggu keluarga ku lagi, bila ketahuan mengganggu kembali, pak ustad berjanji tidak segan-segan akan memusnahkannya.
Makhluk itu pun pergi dari tubuh Aldi.
Seketika Aldi langsung jatuh tak sadarkan diri.
Dengan di bantu anak pak ustad dan adikku, kami pun mengangkat Aldi ke kamar.
Pak ustad memintaku untuk selalu memberi Aldi air minum yang sudah di bacakannya doa ruqiah.
Tak lupa pak ustad memagari Aldi supaya Aldi tidak di ganggu Bella lagi.
Pak ustad akhirnya pamit pulang, ia menyuruhku untuk tidak perlu segan apabila terjadi lagi sesuatu yang buruk menimpa Aldi atau keluargaku.
Sampai di kamar, Aldi masih tak sadarkan diri.
Mungkin saja kejadian tadi benar-benar menguras energi nya.
Masih terngiang di kepalaku, sampai hati Bella meminumkan darah menstruasi nya hanya untuk memelet Aldi dan menjadikan Vino anakku sebagai tumbal.
Ada rasa ingin membalas semua perbuatan Bella, ada rasa ingin melihat Bella juga menderita seperti aku yang menderita saat ini.
Saat sedang asik melamun,
.
.
.
Bersambung...
lunes, 5 de marzo de 2018
Susuk (True Story) - Part 10
Susuk (True Story)
By : Novafhe
Part 10
***
Hingga akhirnya aku tersadar, ternyata aku hanya bermimpi. Fiuhhhh, mimpi ini seperti menguras energi ku. Kenapa makhluk ini selalu mengikuti ku? Bella benar-benar keterlaluan. Sebegitu liciknya dia sampai ingin menyakiti ku. Salah apa aku selama ini?
Tapiii, kenapa sampai saat ini Aldi belum kembali juga? Bodohnya aku kenapa tak ku ikuti saat Aldi mengantar Bella tadi.
Ku coba menelpon Aldi, HP nya tak aktif. Aku semakin cemas, kemana aldi kemanaaa? Kenapa tidak kembali ke kamar?! Aku semakin gelisah, tak lama HP ku berdering. "Aku pinjam dulu yaaa Aldi nya, ga perlu di cari, kamu ga bakal ketemu kami ada dimana" ternyata WA dari Bella. Di situ jelas-jelas Bella mengirim foto Aldi sedang tertidur pulas di kamar Bella.
Ya Tuhaaaaan apalagi rencana Bella kali ini. Aku seperti hilang akal, mondar-mandir kesana kemari. Hanya bisa menangis tak tahu harus berbuat apa. Mau mencari tapi mencari kemana? Dengan pasrah ku tunggu Aldi hingga pagi.
Akhirnya Aldi datang, belum lagi ia duduk beribu pertanyaan sudah ku lontarkan kepada Aldi. Aldi hanya diam tidak meresponku sama sekali. Tak lama HP ku kembali berbunyi. Bella! Wa dari Bella. Ia mengirim foto sedang memeluk Aldi di atas ranjang. Dengan emosi ku lempar HP ku. Aku hanya bisa menangis, tanpa pikir panjang ku kemas baju-bajuku ke dalam koper. Tak ku perdulikan Aldi saat itu, di dalam pikiranku saat itu hanya ingin pulang. Hanya ingin bertemu ibuku dan berkeluh kesah kepadanya. Ku tinggalkan Aldi di kamar sendiri. Bergegas aku mencari taksi dan menuju bandara, saat itu juga aku mencari pesawat untuk tujuan pulang.
Sepanjang perjalanan pulang aku hanya bisa menangis. Sampai hati Bella melakukan ini kepadaku. Aldi? Kenapa Aldi bisa begitu tunduk pada Bella? Apa Aldi benar-benar sudah tidak mencintaiku lagi? Apa Aldi sudah tidak menganggapku istri nya lagi? Baru kemarin Aldi berjanji tidak akan menyakiti aku lagi.
Akhirnya aku tiba di kotaku, bergegas aku mencari taksi untuk pulang kerumah. Sesampainya di rumah ibuku heran, kenapa aku pulang sebelum waktu nya dan hanya sendiri tanpa Aldi. Aku ceritakan semua yang aku alami pada ibu, aku menangis sejadi-jadinya. Adikku yg mendengar kisahku lgsung datang menghampiri, ia bilang sudah ketemu ustad yang bisa membantuku. Kami pun sepakat besok juga harus pergi kerumah ustad yang di maksud adikku.
Keesokan harinya, sampailah kami di rumah ustad yang di maksud adikku. Rumahnya teduh penuh ketenangan. Beda dengan rumah Mas Radit yang hawa nya panas dan membuat gerah. Pak ustad bertanya apa yang menjadi masalahku? Lalu aku menceritakan semua keluh kesahku. Pak ustad lalu membaca doa di sebuah gelas, dan memintaku untuk mengikuti doa yang dia bacakan. Bibirku keluh, seperti berat mengikuti doa-doa yang di baca pak ustad. Padahal doa ini sering aku baca sebelumnya. Pak ustad bilang, aku "di kerjain" orang lain. Ada makhkuk yang mengikutiku semacam parasit. Makhluk ini akan selalu mengganggu sampai tuan nya puas dan menyuruhnya pulang. Sudah kuduga, pasti ini makhluk kiriman Bella yang sering menggangguku. Setelah di bacakan ayat-ayat suci alquran aku mual dan muntah-muntah, tapi setelah itu badanku terasa ringan. Pak ustad bilang kalo makhluk yang mengikuti ku sudah di atasi, namun pak ustad memintaku untuk tetap rajin solat dan selalu membaca alquran selepas magrib agar makhluk itu tidak kembali.
Mengenai Aldi, pak ustad memintaku untuk membawa Aldi ke rumahnya. Tapi berat bagiku membawa Aldi, pasti Aldi tidak mau. Kuminta pak ustad meluangkan waktu nya untuk minggu depan berkunjung kerumahku melihat Aldi. Pak ustad pun setuju dan akan datang kerumah minggu depan.
Bersambung..
domingo, 4 de marzo de 2018
Susuk (True Story) - Part 9
Susuk (True Story)
by Novafhe
Part 9
***
Hari ke 4 liburan, saat sedang breakfast di resto hotel, kami berpapasan dengan Bella. Saat sedang asik menyantap sarapan, Bella tiba-tiba langsung gabung di meja kami. "Belaaa, benar-benar gak punya malu" batinku.
Kenapa dia jadi wanita yang benar-benar tidak berpikir sedikitpun bagaimana perasaanku.
Apa dia tidak pernah memposisikan dirinya kalau jadi aku?
Ntahlaah mungkin Bella sudah hilang akal atau mungkin saja urat malu nya sudah putus?
Bella menyapa Aldi, Aldi hanya senyum. Aku terus menatap bella.
"Liburan kok ga ngajak-ngajak Di?"
Dulu waktu SMA kan kita bertiga selalu liburan sama-sama mau kemana aja, ucap Bella.
"Iyaa aku lagi second honeymoon sama Vina" balas Aldi.
"Kebetulan banget yaa bisa ketemu kamu di sini, ntar malam kita jalan-jalan ke Malioboro yukk Di, kuliner malam?"
Belum sempat Aldi menjawab aku langsung mengajak Aldi pergi dari resto.
Aldi tak bisa menolak dan mengikuti langkahku.
Bella hanya tersenyum kepadaku.
Sepanjang jalan menuju kamar hotel, aku diam tak berkata apa-apa.
Sebenarnya aku kesal, tapi ah sudaahlah aku benar-benar tak habis pikir dengan apa yang di lakukan Bella.
Aldi menarik tanganku, ia meyakinkanku kalau ia takkan pergi kemana-mana, ia akan selalu ada di sampingku kemanapun aku pergi.
Aku sedikit lega.
Sore hari nya saat hendak bersiap pergi jalan, kami berpapasan lagi dengan Bella di tangga hotel.
Tiba-tiba Bella terpeleset dan jatuh, Bella pun kesakitan, mau tidak mau Aldi menolong.
Dalam hatiku, pasti ini akal-akalan Bella saja yang memang sengaja menjatuhkan diri.
Bella berakting layaknya orang yang susah berdiri dan meminta Aldi untuk menggendongnya ke kamar.
Aldi pun meminta ijin kepadaku, aku bisa apaa?
Sudah bisa di bayangkan betapa kesalnya aku dengan cara kotor Bella untuk menggoda Aldi.
Kenapa harus Aldi? Apa Bella tidak punya pria lain yang setidaknya pria single bukan pria beristri macam Aldi?
Aku pun kembali ke kamar, menunggu Aldi kembali ke kamar untuk menjemputku.
Sanking lama nya Aldi yg tak kunjung kembali, aku sampai ketiduran di sofa kamar.
Tak lama kudengar suara seperti pintu terbuka, mungkin Aldi.
Ternyata benar, Aldi yang datang.
Ia mencium keningku, Aldi meminta maaf karna sudah membuatku menunggu lama. Aku sedikit kesal kenapa Aldi harus berlama-lama mengantar Bella.
Melihat aku yang kesal, Aldi menarikku ke tempat tidur.
Di cium nya pipiku, di peluk nya aku dengan erat.
Saat hendak mencium bibirku ....
Tiba-tiba Aldi mencekikku, aku meronta-ronta berusaha melepaskan tangan Aldi dari leherku.
Tapi susaah, aku hampir kehilangan nafas.
Samar-samar, kulihat sosok Aldi berubah. Tidaaak, sosok ini yg sering menggangguku.
Iyaaa sosok hitam bertanduk dan bermata merah itu yg mencekikku.
Dalam hati aku beristighfar, sekuat tenaga aku mencoba melawan.
Sambil membaca semua doa yg kutahu, aku berusaha melepaskan diri dari genggaman makhluk hitam itu.
Dalam hati aku terus berucap memohon pertolongan tuhan.
Makhluk itu tertawa, semakin lama semakin kencang tawanya.
Ia memperingatkan ku supaya menjauhi Aldi.
Tangannya semakin kuat menekan leherku.
Hingga akhirnya ...
Bersambung
viernes, 2 de marzo de 2018
Susuk (True Story) - PART 7
Susuk (True Story)
by Novafhe
Part 7
***
Ternyataaa, tidak ada siapa-siapa di kamar mandi.
Lalu? Siapa yang mengangkatku tadi?
Siapa juga yang mengecup keningku tadi?
Jangan-jangan...
Iyaaa sama seperti yang kalian pikirkan, jangan-jangan makhluk kiriman Bella yang menggangguku.
Aku langsung merinding dan berlari ke tempat tidur.
Kutarik selimutku dan kucoba untuk tidur malam itu walaupun perasaanku bercampur aduk.
Keesokan harinya, aku sudah bertekad untuk mendatangi Aldi ke kantor pada saat jam istirahat.
Iyaa jaga-jaga kalo Aldi tidak pulang lagi malam ini.
Kali ini aku pergi berdua Vino anakku.
Sesampainya di kantor aku pun mencari Aldi, teman-teman kantornya bilang kalo Aldi ada di kantin bawah sedang makan. Aku bergegas kesana, langkahku sempat terhenti, karena ku dapati Aldi sedang duduk berdua dengan Bella.
Bella lagi Bella lagi, tanpa pikir panjang aku langsung menghampiri mereka berdua.
Dengan tenang dan elegan ku tanya Aldi kemana dia semalam.
Dengan santai Aldi menjawab di rumah Bella semalam.
Aku sempat emosi, tapi kuredam emosi itu. Lalu ku tanya kembali apa yang Aldi lakukan hingga tidak pulang kerumah.
Kali ini bella yg menyahut
"Aku kesepian Vin, makanya minta Aldi temenin di rumah, tapi tenang aja kita gak tidur bareng kok, yaa walaupun tidur bareng juga gak apa-apa kan?"
Emosi ku memuncak, rasanya mau ku tampar Bella saat itu.
Ku tarik Aldi, di hadapan Aldi aku pun menangis, menyuruhnya untuk memandang Vino anaknya.
Ku pertegas pada Aldi, kalau memang dia memilih Bella, ceraikan saja aku.
Aku makin menangis, tak ku perdulikan tatapan orang lain.
Aldi terdiam, di peluknya aku saat itu.
Lalu Aldi mengajakku keluar dan mengantarkan aku pulang.
Oh yaa, Bella pun Aldi tinggalkan sendirian di kantin.
Sepanjang jalan, Aldi hanya diam.
Aku hanya bisa berurai air mata, dalam hati aku bertanya cobaan apa sebenarnya yang menimpaku saat ini.
Tiba-tiba Aldi menggenggam tanganku. Aku hanya diam tidak merespon apa-apa.
Sesampainya di rumah, aku langsung masuk kamar.
Aldi menyusulku, tiba-tiba ia memelukku.
Aldi juga memohon maaf dan memintaku untuk tidak meninggalkannya.
Sambil menangis dan memeluk Aldi aku memohon supaya Aldi mau menjauhi bella. Aldi mengiyakan permintaanku saat itu.
Sudah 3 hari ini Aldi selalu pulang kerja tepat waktu.
Tidak pernah pergi malam lagi atau pun sekedar lembur.
Aku senang, mungkin Aldi benar-benar sudah berubah.
Tidak pernah juga kudengar dia bertelpon ria dengan Bella seperti biasanya.
Di rumah ia sibuk bermain dengan Vino seperti sebelum-sebelumnya.
Sebelum tidur Aldi pun mecium keningku, ia pun memelukku sampai aku tertidur.
Dalam hati aku berdoa semoga ini awal kebahagianku.
Akhirnya aku tertidur.
Tapiiiii, di dalam tidur aku bermimpi.
Ada Bella,..
Iya ada Bella di dalam mimpiku, Bella dan makhluk kirimannya itu menarik Aldi dari sisiku.
Bella juga seperti memperingatkan supaya aku tidak macam-macam dengannya.
Sambil tertawa Bella berkata akan merebut Aldi dariku dan anakku.
Aku pun terbangun dari tidur. Ku lihat Aldi masih ada di sampingku sedang tertidur pulas.
Semoga hanya mimpi, tapi mimpi ini membuatku takut.
Aku cinta Aldi, aku tidak mau Bella merebut Aldi dariku.
Sedang asik melamun, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku.
Mungkin ibu pikirku, karena malam ini Vino memang tidur dengan ibuku, jadi mungkin saja ibu mau mengembalikan Vino kepadaku.
Saat kubuka pintu kamar, tidak ada siapa-siapa di baik pintu.
Tanpa curiga aku pun menutup kembali pintu kamar.
Baru ingin melangkah, pintu kamar kembali di ketuk, pelan-pelan kubuka.
Ternyata saat kubuka, iyaaa makhluk hitam itu ada di balik pintu, ia mencekikku.
Aku seperti terangkat, tidak bisa bernafas, berusaha berteriak tapi tidak bisa.
Semakin lama terasa nafasku semakin habis, apakah aku akan mati malam ini?
Sekuat tenaga aku berusaha mengingat Tuhan, sekuat tenaga aku berusaha membaca doa agar terlepas dari cekikan makhluk ini.
Tapi semakin lama nafasku semakin habis, hingga akhirnya ...
Bersambung ...
jueves, 1 de marzo de 2018
Pesugihan (True Story)
Pesugihan (True Story)
Story by : Shania Tan
***
Ini kisah nyata mama saya. Sebelumnya keluarga inti saya ini non muslim. Saya punya opa (ayah dari mama saya). Jadi sewaktu mama saya masih kecil, opa saya menjabat sebagai asisten sekwilda, jadi opa saya gamau lengser dari posisinya supaya gak lngser dari jabatannya, dia pergi kedukun bareng oma saya.
Setelah udah sampai ditempat dukunnya, opa saya meminta pada dukunnya bagaimana caranya supaya dia gak lengser dari jabatannya itu, nah dukunnya mau mengabulkan permintaannya tapi dengan 1 syarat, dia mau tumbal sebagai gantinya. Waktu itu opa mau menumbalkan anaknya yan terakhir (adik mama saya) karena cacat, tapi dukunnya gak mau anak yang cacat, dia minta anak yang lain yang sempurna, akhirnya oma saya bilang ke opa saya untuk menumbalkan anaknya yang ketiga yaitu mama saya. Akhirnya dukunnya setuju mama saya dijadikan tumbal, dan sampai mama saya dewasa mama saya gatau kalau dirinya itu jadikan tumbal oleh papa & mamanya.
Memang sih benar sampai opa saya meninggal dia gak lengser dari jabatannya itu. Setelah mama saya lulus SMA, opa malah meninggal. Dan hal ini gak bisa dilupain sama mama saya, opa saya meninggal dengan cara yang buruk aneh gitu, kepanasan, teriak-teriak seperti orang disiksa di neraka, seluruh badannya merah, dan opa gua terus-terusan minta disiram dengan air, akhirnya wafat juga.
Beberapa tahun kemudian setelah meninggal nya opa, mama saya nikah, lahirlah saya dan setahun kemudian lahir juga adik saya. Awalnya sih gak pernah ada masalah dan gak pernah tau soal seperti ini. Setelah saya usia 10 tahun, mama saya melahirkan adik saya yang terakhir. Nah pas adik saya yang terakhir berusia sekitar 7 bulan, mama saya sering mendengar suara desisan ular dirumah dan sering banget tercium bau busuk dirumah, dan anehnya makanan yang baru dimasak pagi, siangnya udah bau tengik gitu.
Malam-malam waktu itu keadaan mama saya lagi sakit udah kayak orang mau mati, tiba-tiba mama saya ngeliat ada orang, mama saya awalnya gatau orang ini siapa. Ditanya sama mama saya dia itu siapa, dan dia cerita (yg awal cerita) btw ini dukunnya udah mati, dan dukunnya itu mau mama saya ikut dia sekarang. Sontak dong mama saya gamau, diusirlah tuh dukun pake ayat-ayat, akhirnya pergi dia kepanasan gitu. Nah malam itu juga saya sekeluarga (papa, mama, saya & adik-adik) langsung pergi ninggalin rumah saya, tepat jam 12 malam.
Kebetulan waktu kejadian ini, om saya masih hidup (kaka sepupunya papa saya) dia muslim, orang pintar gitu, saya sekeluarga akhirnya pergi kerumah om saya. Papa saya langsung cerita ke om saya, kenapa bisa datang kerumah om saya tengah malam begitu. Om saya pake penglihatannya untuk ngeliat rumah saya, setelah ngeliat rumah saya, om saya bilang ke mama saya "dirumah itu udah banyak yg nungguin kamu, dukun itu ada, ada juga siluman-silumannya, kalau kamu mau lihat saya bisa buka mata batin kamu". Akhirnya mata batin mama saya dibuka, dan benar aja mama saya ngeliat siluman ular putih kepala manusia panjang banget dan besar banget katanya, mama gua juga ngeliat dua orang jubah hitam tanpa wajah bawa tongkat hitam semacam tongkat iblis (gua gatau ini namanya apa). Saya yang gabisa liat apa-apa juga ngeri mendengarnya.
Om saya kasih saran jangan pulang dulu kerumah tinggal aja dirumah dia, karena makhluk-makhluk itu ngincer mama saya, dan kalaupun makhluk-makhluk itu gak berhasil dapatin mama saya, makhluk-makhluk itu mau ambil saya dan adik-adik saya sebagai gantinya. Akhirnya kita semua turuti ucapannya.
Keesokan harinya saya juga dengar tuh, malam-malam ada banyak burung (tak kasat mata) berisik banget diatas rumah om saya tapi tetangga gak ada yang dengar apapun, dan telur yg sengaja ditaruh didepan tiba-tiba aja pecah satu per satu. Om saya langsung liat ada apa, dan ternyata makhluk-makhluk itu datang kerumah om saya.
Akhirnya om saya mau menghancurkan makhluk-makhluk itu, gatau gimana caranya pokoknya awalnya dia minum air putih dan dia bacain ayat-ayat dari alquran terus dia minum. Saya sih ngeliatnya posisi tangan om saya seperti mengepal kedua telapak tangan, lalu seperti menghancurkan kayak abu gitu, dan katanya makhluk-makhluk nya banyak banget. Saya kaget juga sih pas om saya lagi ngehancurin, dia terpental dari sofa nya, dan kelihatan banget om saya lemas banget, tapi akhirnya om saya bisa menyelesaikan semuanya, dan beberapa hari kemudian om saya sakit, sakitnya juga aneh, kata dokter gaada penyakit apapun tapi benar-benar kayak orang penyakit parah gabisa apa-apa badannya habis, dirawat sampe 1 bulan juga gak terdeteksi 1 penyakit pun, sebulan kemudian om saya meninggal.
Saya gatau karena faktor apa om saya meninggal, apa makhluk-makhluk itu atau memang faktor usianya. Tapi karena bantuan dari om saya, sampai sekarang sudah tidak ada lagi peristiwa seperti ini, mama saya juga sehat sampai sekarang.
miércoles, 28 de febrero de 2018
Susuk (True Story) - Part 6
Susuk (True Story)
by Novafhe
Part 6
***
Aku pun menceritakan kejadian semalam kepada adikku.
Adikku merasa ngeri dengan apa yang ku lihat.
Ia menyarankan aku untuk pergi ke ustad yang benar-benar paham masalah seperti ini bukan pergi ke "orang pintar"
Tapi siapa yang ustad yang bisa menolongku?
Adikku pun berjanji akan menolongku mencari tahu ustad yang bisa membantu mengatasi ini semua.
Kembali ke Aldi dan Bella yang makin intens berhubungan.
Ibu mertuaku mengadu, kalo Aldi beberapa kali mengajak Bella kerumah.
Ibu mertuaku memastikan apakah hubunganku dan Aldi baik-baik saja?
Sebenarnya ibu mertuaku tau kalo kami bertiga bersahabat sejak lama.
Ku ceritakan kalo akhir-akhir ini Aldi dekat dengan Bella.
Ibu mertuaku berjanji akan menasihati Aldi dan meminta Aldi untuk mulai menjaga jarak dengan Bella.
Sudah pukul 11 malam, tumben Aldi belum pulang.
Aku sedikit cemas, yaa walaupun hubungan kami memang renggang beberapa waktu ini, tapi aku tetap mencintainya.
Aku tetap setia dengan nya.
Ku coba menelpon Aldi, tapiiii kenapa Bella yang mengangkat telpon nya?
"Bella mana Aldi?" Aku pun meminta Bella untuk menyerahkan telpon ke Aldi
Bella hanya tertawa.
"Cari Aldi? Dia gak pulang malam ini, malam ini dia nginap di rumah ku yaah, Eh ga perlu ijin ke kamu juga kali yaaa, nanti juga pada akhirnya dia pulangnya ke aku terus hahahaha" sahut bella.
Bella pun langsung menutup telpon nya.
Ya Tuhaaan, Aldi menginap dirumah Bella?
Ap yang harus aku lakukan?
Berdiam diri saja membiarkan kelakuan mereka?
Menyusul mereka? Tapi bodohnya aku tidak tau Bella tinggal dimana saat ini. Aku hanya bisa menangis malam itu.
Ku gelar sejadahku, ku luapkan smua keluh kesahku di dalam solat.
Aku terus berdoa, berdoa dan berdoa hingga akhirnya tanpa sadar akupun tertidur di atas sajadah.
Saat tengah pulas tertidur, tiba-tiba seperti ada yang mengangkatku.
Ku buka mataku, Aldi!
Apa ini cuman mimpi atau halusinasiku?
Aldi ada di hadapanku, menggendongku dari lantai menuju tempat tidur.
Selepas menaruh ku di pembaringan, Aldi mengecup dahiku lalu meninggalkan ku mandi malam itu.
Aku masih bingung , apa benar itu Aldi?
Kenapa kelakuannya tidak seperti biasanya.
Ku cubit pipiku terasa sakit, ah berarti ini nyata bukan mimpi.
Ku tunggu Aldi selesai mandi, namun aldi tak kunjung keluar dari kamar mandi.
Aku pun beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Saat ku ketuk pintu kamar mandi, tak ada jawaban. Hanya ada suara orang mandi dan ributnya keran air.
Tanpa sengaja aku mendorong pintu kamar mandi.
Kamar mandi pun terbuka,..
Alangkah terkejutnya aku, ternyata di kamar mandi...
Bersambung ...
Susuk (True Story) - Part 5
Susuk (True Story)
by Novafhe
Part 5
***
Tepat di hari minggu dengan di temani adikku, aku pergi kerumah Mas Radit.
Vino sengaja tak ku bawa, kutitipkan ke ibu.
Aldi juga tak ada di rumah saat aku pergi,
minggu pagi biasa jadwal Aldi main futsal bersama teman-teman kantornya.
Sesampainya di rumah Mas Radit, aku di sambut dengan baik oleh orang rumah nya.
Tak lama Mas Radit pun keluar bersama ayah nya.
Ayah nya menyapaku, ia juga mengatakan kalau sudah mengetahui masalahku dari Radit.
Ayah mas radit pun memintaku menunjukkan foto Aldi dan Bella.
Kuberikan foto saat kami masih sering bertiga.
Seperti di terawang, ayah Mas Radit memperhatikan dengan seksama wajah Aldi dan Bella.
Lalu ayah Mas Radit menceritakan kalau bella Mengirim guna-guna ke Aldi, Aldi sengaja di pelet oleh Bella. Maka dari itu di rumah sering terlihat sosok hitam, sosok itu adalah sosok kiriman dari Bella untuk menjaga Aldi agar Aldi takhluk kepada Bella dan sosok itu juga yang memang muncul di dalam mimpiku.
Hampir tidak percaya aku mendengar perkataan ayah Mas Radit.
Bagaimana mugkin Bella sahabatku selama ini tega ingin merebut suamiku?
Kenapa tidak dari dulu ia berpacaran dengan Aldi? Kenapa harus saat menjadi suamiku?
Ayah Mas Radit pun memberikanku sebotol air minum yg sudah di baca-baca doa oleh nya.
Menurutnya air itu bisa menangkal guna-guna dari Bella.
Aku hanya mengangguk tanda paham akan penjelasan ayah Mas Radit.
Aku bergegas pulang, takut Aldi pulang duluan daripada aku.
Sesampainya dirumah ternyata Aldi blm juga pulang.
Tak lama ku lihat Aldi datang tapi ia tidak sendiri, Aldi datang bersama Bella.
Tanpa sungkan Bella masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.
Saat Aldi datang ku tanya mau kemana lagi, Aldi cuman menjawab mau pergi jalan bersama bella.
Aku coba melarangnya, tapi Aldi mengacuhkan ku dan langsung meraih tangan Bella dan membawa nya keluar dari rumah.
Bella hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arahku seakan-akan ia berkata "Aku yg menang".
Hari demi hari, Aldi makin intens bertemu dan berhubungan dengan Bella.
Sepertinya air yg di berikan ayah Mas Radit tidak memberikan pengaruh apa-apa ke Aldi.
Aku menangis, merasa lelah, merasa bingung apa lagi yang harus aku lakukan agar Aldi bisa sadar akan kelakuannya.
Akupun teringat perkataan Mas Radit untuk bisa lebih mendekatkan diri dengan Tuhan.
Memperbanyak sholat di rumah.
Bergegas aku mengambil air wudhu dan bersiap solat isya.
Aku tumpahkan semua nya saat sholat, tak terasa air mataku pun jatuh sambil berdoa.
Sedang khusyuknya berdoa, tiba-tiba jendela kamar kembali terhempas lagi seperti waktu itu.
Cepat-cepat aku berdiri dan mengunci jendela kamar, ada perasaan merinding saat mengunci jendela.
Kali ini aku takut kalo sosok hitam yg kemarin ku lihat muncul lagi. Benar sajaa, sosok hitam itu muncul lagi. Ia berdiri tepat di samping sajadahku.
Aku seperti beku saat itu, tidak bisa bergerak sementara makhluk itu berusaha mendekatiku.
Aku baca semua doa yang aku tau, sambil memejamkan mata aku terus berdoa. Pelan-pelan ku buka mataku, mencoba mengintip apakah makhluk itu masih ada.
Alhamdulilah makhluk itu suda hilang dari pandanganku.
Aku pun bisa bergerak seperti sedia kala.
Cepat-cepat aku melipat mukena dan sajadahku.
Tapi, saat hendak melangkah ke ranjang.
Ku lihat makhluk itu berusaha mendekati Vino anakku.
Aku pun berlari dan lgsung memeluk Vino, ku coba mengusir makhluk itu dengan sapu lidi yang ada di dekat meja.
Makhluk itu hanya tertawa terbahak-bahak lalu hilang dari padangan.
Ya Tuhan, apalagi ini.
Mau apa makhluk ini sebenarnya? Kenapa dia juga mengganggu aku? Apakah Bella yang mengatur ini semua?
Bersambung...
Suscribirse a:
Entradas (Atom)
Bertemu dengan Hantu (True Story) Part 15
Berteman dengan Hantu (True Story) Part 15 - PERTEMUAN PERTAMA DALAM 66 TAHUN by : Sinyoreborn Ane telah menceritaken semua ke Noni Van De W...
-
Berteman dengan Hantu (True Story) Part 15 - PERTEMUAN PERTAMA DALAM 66 TAHUN by : Sinyoreborn Ane telah menceritaken semua ke Noni Van De W...
-
Susuk (True Story) - PART 20 Writer: Novafhe Keesokan harinya , bella menelponku. tak ku angkat tlp nya. "Vin , angkat tlpku please...
-
KKN di Gunung Kidul (True Story) - Epilog Story by Danu Rachman Cerita seram dan kengerianpun berlanjut. Kakek dan dua dosen temannya saling...

















