martes, 6 de marzo de 2018

Susuk (True Story) - Part 11


Susuk (True Story)
By Novafhe
Part 11

***


    Dua hari setelah kepulanganku, Aldi baru pulang kerumah.
    Ibu mertuaku kemarin sebenarnya menelpon memberitahukan bahwa sepulang nya dari Jogja Aldi menginap di rumah orang tua nya.
    Ibu mertuaku meminta maaf kalo Aldi membuat onar lagi.
    Aku hanya meminta ibu mertuaku mendoakan yang terbaik untuk hubungan kami berdua.


    Beberapa hari ini Aldi tak banyak bicara,
    sama! Aku juga tidak menegur Aldi saat di rumah.
    Aku masih marah, aku memang pantas marah.
    Walaupun aku tau mungkin saja Aldi terkena guna-guna Bella lagi, tapi rasa kesal dan marah itu tetap ada.
    Kadang aku berpikir, untuk apa Bella yang cantiknya luar biasa itu mengirim guna-guna ke Aldi? Apa Bella tidak punya pria lain untuk di goda?
    Apa Bella sebegitu tidak laku nya sehingga mengganggu rumah tanggaku.
    Setiap sholat aku meminta kepada Tuhan agar mengembalikan Aldi-ku yang dulu, aku meminta agar Tuhan menyadarkan dan melindungi Aldi dari pengaruh Bella.
    Bella semakin terang-terangan ingin merusak rumah tanggaku.
    Semakin terang-terangan menunjukkan kalau ingin memiliki Aldi.


    Hari yang kutunggu pun akhirnya tiba.
    Alhamdulilah pak ustad memiliki waktu luang untuk berkunjung kerumahku.
    Ia datang bersama anaknya kali ini.
    Saat sedang asik ngobrol di ruang tamu, pak ustad memintaku memanggil Aldi.
    Sebenarnya aku enggan untuk berbicara dengan Aldi.
    Tapi aku mengalah, ku panggil Aldi untuk menemui pak ustad.
    Awalnya ia menolak, tapi aku berdalih kalo pak ustad adalah teman ibu yg ingin bersilaturahmi dan bertemu dengan suamiku.
    Akhirnya Aldi keluar kamar dan mau menemui pak ustad.
    Sebelum bertemu Aldi, sebelumnya pak ustad sudah menyediakan air yang telah di bacakan doa.
    Pak ustad memintaku mencampur air itu di minuman Aldi.


    Saat sedang asik bercengkrama dengan pak ustad aku menyuruh Aldi untuk meminum airnya.
    Pada awalnya tidak ada reaksi apa-apa.
    Tapi ... saat pak ustad pelan-pelan memegang tasbihnya dan mulai berdzikir pelan, Aldi mulai bereaksi, ia seperti orang mabuk.
    Kadang mengerang, kadang ingin muntah.
    Aldi sempat tak sadarkan diri, tapi tiba-tiba ia tertawa.
    Kata pak ustad itu bukan Aldi, tapi makhluk yang selama ini ada di dalam tubuh Aldi.
    Pak ustad pun menanyakan siapa makhluk yang ada di tubuh Aldi dan apa tujuannya sampai-sampai harus bersemayam di tubuh Aldi.


    Saat pertama, makhluk itu enggan berbicara dan menjawab pertanyaan pak ustad. Tapi setelah panjang lebar pak ustad membaca doa akhirnya makhluk itu menyerah juga.
    Makhluk itu mengaku di utus tuannya yang tiada lain, tiada bukan adalah Bella.
    Ia di minta tuannya untuk menutup mata dan hati Aldi hanya untuk Bella.
    Makhluk itu juga mengaku, kalau Bella sengaja meminumkan "darah menstruasi" nya ke Aldi supaya Aldi tunduk dan terikat dengan Bella dan saat Bella sudah memiliki Aldi seutuhnya, makhluk itu bisa membawa Vino anakku sebagai tumbal.
    Rasa di sambar petir aku mendengar pengakuan itu, sampai hati Bella melakukan ini semua kepadaku dan Aldi.
    Begitu terobsesinya kah Bella pada Aldi sampai ia melakukan perbuatan hina ini.


    Mendengar semua pengakuan dari makhluk utusan Bella, pak ustad meminta makhluk itu untuk pergi dan tidak mengganggu keluarga ku lagi, bila ketahuan mengganggu kembali, pak ustad berjanji tidak segan-segan akan memusnahkannya.
    Makhluk itu pun pergi dari tubuh Aldi.
    Seketika Aldi langsung jatuh tak sadarkan diri.


    Dengan di bantu anak pak ustad dan adikku, kami pun mengangkat Aldi ke kamar.
    Pak ustad memintaku untuk selalu memberi Aldi air minum yang sudah di bacakannya doa ruqiah.
    Tak lupa pak ustad memagari Aldi supaya Aldi tidak di ganggu Bella lagi.


    Pak ustad akhirnya pamit pulang, ia menyuruhku untuk tidak perlu segan apabila terjadi lagi sesuatu yang buruk menimpa Aldi atau keluargaku.
    Sampai di kamar, Aldi masih tak sadarkan diri.
    Mungkin saja kejadian tadi benar-benar menguras energi nya.
    Masih terngiang di kepalaku, sampai hati Bella meminumkan darah menstruasi nya hanya untuk memelet Aldi dan menjadikan Vino anakku sebagai tumbal.
    Ada rasa ingin membalas semua perbuatan Bella, ada rasa ingin melihat Bella juga menderita seperti aku yang menderita saat ini.
    Saat sedang asik melamun,
    .
    .
    .



    Bersambung...

    No hay comentarios:

    Publicar un comentario

    Bertemu dengan Hantu (True Story) Part 15

    Berteman dengan Hantu (True Story) Part 15 - PERTEMUAN PERTAMA DALAM 66 TAHUN by : Sinyoreborn Ane telah menceritaken semua ke Noni Van De W...