Mostrando entradas con la etiqueta susuk. Mostrar todas las entradas
Mostrando entradas con la etiqueta susuk. Mostrar todas las entradas

jueves, 15 de marzo de 2018

Susuk (True Story) - Part 20




Susuk (True Story) - PART 20
Writer: Novafhe

Keesokan harinya , bella menelponku.
tak ku angkat tlp nya.
"Vin , angkat tlpku please" sms bella.
Tak lama bella menelponku , sempat lama ku biarkan hpku berdering sampai akhirnya ku angkat tlp dari bella.

"Vin , maaf kalo aku ganggu kamu. Kalo kamu ada waktu aku mau ketemu sama kamu" pinta bella
"Mau ngapain lagi ?" Sahutku
"Tenang vin , aku ga bakal minta kamu buat kasih aldi , Banyak yg mau aku ceritakan ke kamu. Jadi please tlong temuin aku yaa , anggap aja ini permintaan terakhirku" ucap bella.
Mendengar perkataan bella aku sempat tidak enak. Ku iyakan permintaan buat bertemu dengan nya besok siang.

Dengan di antar aldi , aku pergi kerumah bella.
Ku minta aldi tdk perlu menungguku.
Sesampainya di rmh bella , ada ibu bella yg mempersilahkan masuk dan mengantarku ke kamar bella.
Aku sempat terkejut melihat keadaan bella.
Ia terlihat kurus , tidak seperti bella yg selama ini aku kenal.
Badannya benar2 habis dan menyusut.
Separah itu kah penyakit bella.

Bella tersenyum kepadaku sama seperti biasanya selalu senyum dengan senyum khas nya.
Ia melambaikan tangannya memintaku duduk di samping tempat tidurnya.

"Kenapa ? Kamu kaget liat keadaanku?" Tanya bella
Aku hanya menggangguk , aku bingung harus berkata apa.
"Aku minta maaf ya vin slama ini udah bikin kamu dan aldi menderita , aku benar2 minta maaf"
"Kamu sakit apa bell ? Sdh ke dokter ?"

Bella hanya tersenyum kala itu. Benar2 miris melihat keadaan bella saat ini.
"Ga prlu ke dokter vin , pd akhirnya smua manusia juga bakal mati kok , mgkin ini ganjaran buatku udah nyakitin kamu sekeluarga" sahut bella.
"Sblm nya aku benar2 minta maaf vin udah coba celakain kamu , aku iri sama kamu vin bisa dapetin aldi bisa punya keluarga kecil yg bahagia bersama aldi"
"Asal kamu tau , sdh ku lakukan apa aja buat dapetin aldi , tapi nyatanya aldi malah tetap milih kamu ketimbang aku"
"Susuk yg ku pakai juga ga berpengaruh apa2 ke aldi"
Whaaattt ? Bella pake susuk ? Seriously ?
Dalam hati aku bertanya2 terus bella beneran pake susuk ?
Aku ga salah denger ?
Jadi selama ini bella cantik karna pake susuk ?
Jadi selama ini bella jadi incaran smua cowo karna ada sesuatu yg di pakai nya ? Bukan karna kecantikan alami nya ?

"Pasti kamu ga percaya , aku memang sudah lama pake susuk vin. Tapi awalnya bukan untuk memikat aldi.
Itu bukan tujuanku vin.
Aku sakit hati vin sama papa , seenaknya dlu dia tinggalin aku dan mama waktu masih kecil cuman karna cewe lain yg lbh muda dan cantik dari mama. Kami di ga punya apa2 waktu papa ninggalin kami , kasian mamah kesana kemari cari duit buat biayain aku , sekolahin aku.
Aku jadi benci sama makhluk yg namanya cowo.
Mulai dari itu ak bersumpah bakal bkin smua cowo manapun tergila2 sama aku dan aku bakal rusak hubungan mereka mau itu sama pacar atau sama istri mereka.
Makanya dari dlu banyak banget cowo di skolah atau kampus yg ngejar2 aku.
Aku puas vin bikin mereka bertekuk lutut dengan kecantikanku , aku puas bkin mereka yg sdh punya pasangan jadi berpisah karna cowonya berhasil aku rebut.
Tapi smua itu berubah saat aku benar2 sadar kalo aku cinta sama aldi.
Bukan sekedar cinta , tapi aku juga pengen miliki aldi.
Ada yg lain di diri aldi yg ga d miliki pria2 lain.
Cuman aldi yg ga mempan sama pesona susuk yg aku pakai.
Tapi sayangnya Aldi malah milih kamu vin , aku benar2 patah hati waktu itu.
Aku benar2 sakit hati aldi lbh milih kamu ketimbang aku.
Itu sebabnya aku milih buat pindah kampus dengan alasan job. Sdh dari lama aku tau aldi suka sama kamu.
Aldi selalu curhat ke aku.
Aku sempat melupakan aldi , tapi kenangan itu terusik kembali saat aku ketemu aldi di luar kota.
Aldi lbh dewasa vin , aku melihat aldi benar2 sosok pria yg pantas jadi pendampingku. Aku terobsesi memiliki aldi.
Itu sebabnya aku mencari jalan pintas buat memelet aldi berharap aldi berpaling dari kamu".
Aku terdiam mendengar smua penjelasan bella.
Ingin sebenarnya aku marah , tapi lagi2 aku tak tau harus bagaimana.

"Maaf juga vin atas segala perbuatan yg meninpamu saat itu maaf aku berusaha mencelakakanmu , skrg aku sdh menerima smua akibat perbuatanku. Aku tau sakit yg aku derita sekarang bukan pnyakit medis melainkan sakit akibat perbuatanku selama ini , aku pasrah vin aku cuma mau kamu dan aldi maafin aku. Aku pengen suatu saat bisa pergi dengan tenang , aku gamau kamu benci aku"
"Aku maafin kamu bell , aku juga minta maaf kalau udah bkin kamu sakit hati , aku benar2 gatau prasaanmu ke aldi" sahutku

Aku pun memeluk bella dengan erat ,
Aku benar2 sedih mendengar smua cerita bella.
Bella menangis di pelukanku kala itu.
Setelah berkeluh kesah akhirnya aku pamit pulang pada bella , sblm pulang skali lagi bella meminta maaf kepadaku.
Ku yakinkan bella kalau aku sdh memaafkannya dan tak perlu mencemaskan lagi perasaanku.

Sampai di rmh aku masih kepikiran smua ucapan bella.
Masih tidak percaya aku di buatnya , bella sampai senekat ini.
Bella yg pintar dalam segala hal percaya dengan ilmu2 hitam seperti ini.
Lalu...Apa mgkin keadaan bella skrg karna pengaruh air dari pak ustad yg di minumnya tempo hari ?
Sempat ku telpon pak ustad untuk menanyakan hal ini , pak ustad membenarkan rasa penasaranku.
Air tersebut memang di tujukan kepada org2 yg memiliki ilmu sihir atau benda sihir di dalam tubuhnya.
Setelah minum air itu , ilmu sihir di dalam tubuh org tsb bakal pudar dan hilang.
Bella , semoga kamu baik-baik saja doaku.

Seminggu setelah menjenguk bella , aku mendengar kabar kalo bella pada akhirnya meninggal dunia.
Aku benar2 terkejut mendengarnya.
Ibu bella yg menelponku memberikan kabar duka ini.
Aku dan aldi pun melayat ke rumah duka dan memberikan penghormatan terakhir untuk bella.
Benar2 ga di sangka persahabatan kami harus berakhir seperti ini.
Semoga kamu tenang di sana bella ,
Semoga sakitmu menjadi pelebur dosa2mu.
doa dan maafku menyertai kepergianmu.
Jauh di lubuk hati ku , aku menyangimu sahabatku , bella.

[TAMAT]

*Terima kasih banyak buat smua pembaca yg sdh setia meluangkan waktu nya buat baca cerita ini dari awal sampai akhir.

Sampai berjumpa di cerita berikutnya.

Salam ,
Nova

miércoles, 14 de marzo de 2018

Susuk (True Story) - Part 19




Susuk (True Story) - PART 19
Writer: Novafhe

Aku sempat basa basi menanyakan kabar ibu bella.
Ibu nya menyahut kalau keadaannya baik-baik saja.
Ibu bella pun bercerita maksud kedatangannya kerumahku.
Ia memintaku dan aldi untuk menemui bella.
Bella sakit ujarnya.

Sudah 2 minggu terakhir bella sakit dan hanya bisa terbaring di ranjang.
Sudah di paksa untuk ke dokter tapi bella menolak , bella hanya meminta aldi dari kemarin.
Ibu bella pun meneteskan air mata sambil menceritakan keluh kesahnya kpadaku.
Beliau memohon kepadaku untuk mengijinkan aldi bertemu bella.

Aku sempat menolak dan mengutarakan alasanku menolak permintaan ibu bella.
Ibu bella memegang tanganku ia meminta maaf atas perbuatan bella yg menyakiti ku selama ini.
Beliau terus memohon agar aku mau mengijinkan bella untuk bertemu aldi.
dengan berat hati aku mengiyakan permintaan ibu bella.

Sebenarnya aku tak ingin berhubungan sedikitpun dengan bella lagi.
Apalagi ini menyangkut aldi.
Aku berjanji sepulang aldi kerja akan menyuruh aldi menjenguk bella.
Beliau terlihat senang atas jawabanku.
Setelah lama bercerita akhirnya ibu bella pamit pulang.

Tak lama setelah ibu bella pergi , aldi pulang.
Lgsung ku ceritakan persoalan ibu bella tadi.
Sambil tertunduk Ku suruh aldi menjenguk bella , aldi sempat menolak.
Aldi mau bertemu bella asal aku juga ikut tapi aku blm siap untuk bertemu bella lagi.
Aku takut tak bisa menjaga emosiku.

Ku minta aldi malam ini juga menjenguk bella dengan syarat apapun yg terjadi aldi tdk boleh sampai menginap di rmh bella.
Aku mengancam kali ini tdk akan memaafkan aldi kalau sampai aldi menginap di rmh bella.
Aldi setuju , setelah mandi ia pun bergegas pergi krmh bella.

Sudah pukul 10 malam , akhirnya aldi pulang dr rmh bella.
Aldi menceritakan bella sepertinya sakit keras , muka nya pucat tubuhnya menyusut mgkin akibat susah makan.
Mendengar cerita aldi jujur aku sempat sedih.
Sakit apa sebenarnya bella ?
Ibu bella tdk menceritakan perihal penyakit bella saat kerumah tadi.

Apa ini ada hubungan nya dengan semua perbuatannya selama ini ?
Aku menebak2 di dalam hati apa yg sebernanya terjadi dengan bella.
Apa bella memang sedang terkena penyakit ?
Atauuuu ini akal2an nya lagi sengaja terlihat sakit supaya aldi tunduk dan takhluk kepada bella ?
Apa ini rencana bella supaya bisa memiliki aldi seutuhnya ?
Selama ini bella tdk segan2 melakukan hal nekat untuk memuluskan rencana nya , aku benar2 harus waspada.
Aku tak mau bella menguasai aldi lagi kali ini.

Bersambung....
Next episode terakhir

martes, 13 de marzo de 2018

Susuk (True Story) - Part 18



Susuk (True Story) - PART 18
Writer: Novafhe

Jam 7 pagi ku dengar suara mobil aldi , lgsung cepat2 aku keluar.
Akhirnya aldi pulang , blm lagi dia masuk rmh sudah ku tnya apa air yg d kasih pak ustad sdh di minumkan .
Aldi mengangguk.
Aku balik bertanya apa ada reaksi di diri bella ? Apa bella mengalami sesuatu perubahan ? Apa terjadi hal2 aneh pada bella ?
Begitu banyak pertanyaan yg ku lontarkan ke aldi pagi itu.
Aldi hanya berlalu masuk ke dalam dan tak menjawab satupun pertanyaanku.
Sepertinya aldi memang kelelahan saat itu.

Setelah waktu dhuha , ku tlp pak ustad.
Aku mengadu kalau air yg ia berikan sdh di minumkan ke bella.
Dengan penasaran ku tnyakan apa sebenarnya khasiat air itu.
Pak ustad menjelaskan , kalau itu hanya air putih biasa yg di bacakan ayat2 suci al quran.
Air itu cuma untuk mengusir hal2 negatif di diri bella , dengan harapan bella bisa tersadar dari kekeliruannya selama ini.
Semoga saja bella benar bisa sadar akan semua perbuatannya.
Walau bagaimanapun dia temanku juga.

Sudah seminggu ini hidupku aman terntram damai.
Bella ? Seminggu ini dia tdk smskali mengganggu ku dan aldi.
Ku pikir mgkin karna air yg di minum bella dari pak ustad sdh menunjukkan khasiatnya sehingga bella sadar dan tak menggangguku lagi.
Karna lusa longweekend , aku dan aldi berencana ke luar kota sekedar refreshing menghilangkan penat atas semua kejadian yg menimpa kami beberapa waktu terakhir ini.

Tapi sehari sblm pergi ke luar kota , bella ada menelpon aldi mengajak ketemuan aldi menolak.
Saat hari H kami brangkat bella juga sms mengadu sakit dan benar2 ingin bertemu aldi.
Ku minta aldi untuk tidak merespons smua sms atau tlp bella.
Aku ingin liburanku kali ini bisa tenang tanpa bella.
Aldi menurut dengan smua permintaanku.

Liburanku pun berjalan lancar , selama liburan memang bella tdk ada lagi menghubungi aldi.
Ahh mgkin bella perlahan sdh pergi dari kehidupan aldi pikirku.

2 minggu berlalu , bella muncul lagi.
Ia sms aldi , meminta aldi menemui nya.
Aldi mengadu kepadaku.
Ku minta aldi untuk tidak meresponsnya .
Keesokan harinya saat hendak tidur bella menelpon aldi , tapi kali ini aku yg mengangkat.
Suara bella terdengar lirih , seperti org sakit.
Mgkin akal2an bella pikirku , aku hapal kelakuan bella.
Dan aku yakin akan aktingnya kali ini.
Sudah sering kali bella melakukan hal2 busuk demi memuluskan rencana nya
Bella memohon dan memintaku mengijinkan aldi menemui nya . Ku tolak mentah2 permintaan bella.
Ku peringatkan bella untuk tidak menggangguku dan aldi lagi.
Blm sempat bella menyahut lgsung ku tutup tlp bella.

2 hari kemudian , aku kedatangan tamu.
Tamu yg membuatku sedikit terkejut.
Ternyata ibu bella yg datang bertamu , mau apa ibu bella datang kerumah ku ?

Bersambung...

lunes, 12 de marzo de 2018

Susuk (True Story) - Part 17




Susuk (True Story) - PART 17
Writer: Novafhe

Setelah aldi pulang mengantar bella ntah kemana saja , aku mengintrogasi aldi.
Kemana saja mereka sharian ini , aldi menjelaskan dengan detail kemana saja mrka pergi.
Jujur aku cemburu berat , jujur aku masih kesal jika mengingat bella yg mengaku hamil anak aldi.
Aku benar2 yakin walaupun tempo hri aldi tidur di kamarnya , mereka tdk melakukan apa2.
Aku tau aku naif takut menerima kenyataan atau memang aku cinta buta kepada aldi ,
Tapii Instingku mengatakan begitu , aku sangat yakin akan hal itu.
Semua ini hanya akal2an bella yg memang sengaja membuatku marah dan ingin membalasku.

Ohya , aku hampir saja lupa sebelum pak ustad pulang tadi , pak ustad memintaku untuk meminumkan air yg sudah d doakannya untuk aldi.
Ku suruh aldi minum , pertama ia menolak namun akhirnya karna ku paksa terus menerus aldi menurut.

Pak ustad juga memberikan air yg di buat khusus untuk bella.
Cara meminumkannya ? Gampang
Saat bella mengajak aldi pergi lagi , aku bakal nyuruh aldi memasukkannya di minuman bella , ya walaupun aku hrus rela dulu aldi pergi atau jalan lagi bersama bella.

Benar saja apa yg ku pikirkan , tengah malam buta bella menelpon aldi.
Meminta aldi datang kerumahnya dengan alasan ia sendirian dan merasa tdk enak badan . Bella takut kalau kenapa2 dengan diri dan calon baby nya.
Kurasa bella memang sudah gila , tidak puas sepertinya kalo tidak menggangguku dan aldi.
Ku larang aldi untuk pergi karna saat ini sudah pukul 2 malam.
Tapi bella terus saja menelpon aldi.
Ku matikan hp aldi supaya bella tdk bs menghubungi aldi lagi.
Kami pun melanjutkan tidur.
Baru stgh jam aku tertidur , tiba2 pintu kamarku di ketuk , aldi membuka pintu.
Ternyata ibuku , ibuku bilang kalau ada bella di depan.
Ya tuhaaan , jam 3 subuh bella kerumah mau ngapain ? Cari aldi ? Keterlaluan!

Aku dan aldi bergegas ke depan menemui bella , sambil tersenyum bella lgsung menarik tangan aldi.
"Kamu kok jahat sih di , masa aku yg sakit begini smpe nyamperin kamu?"
Aku menatap bella sinis , ku suruh bella pulang karna menurutku tdk sopan bertamu subuh2 begini.
"Ayoo di buruan , aku bs pingsan kalo lama2 berdiri dsni! Atau kamu mau aku nginap di sini ? Di kamarmu ?"
Mataku lgsung melotot , rasanya mau ku tampar bella saat itu.
Aldi pun menarikku kedalam , aku sdh tau mksd aldi.
Yaaa yaaa , lagi2 aku harus mengalah mengijinkan aldi pergi dengan bella.
Aldi berkilah supaya bella tdk lbh lama bikin onar di rmh mau tdk mau aldi hrus ikut dengan bella.
Ku peringatkan aldi agar tidak macam2 saat berdua dengan bella.
Tak lupa ku ingatkan juga aldi buat membawa air yg sdh d sediakan untuk bella dari pak ustad.
Aldi hanya mengangguk tanda paham.
Sblm mereka pergi , bella berpamitan
"Pinjam yaa aldi nya , kalo nanti aku udah sah juga jadi istri aldi , kamu hrus lbh sabar karna aldi bakal lbh bnyak bersamaku , ucap bella sambil mencium mesra pipi aldi"
Aku maju mencoba menampar bella , tapi aldi berhasil menghalangi tangaku.
Aku benar2 emosi saat itu.
Akhirnya aldi berpamitan untuk pergi ,
Dgn kesal aku melepas kepergian aldi.

Berambung

domingo, 11 de marzo de 2018

Susuk (True Story) - Part 16



Susuk (True Story) - PART 16
Writer: Novafhe

Keesokan harinya , pak ustad kembali datang kerumah.
Tapi kali ini dia tak datang sendiri.
Pak ustad datang bertiga bersama temannya yg seprofesi.

Sambil menangis ku ceritakan lagi kejadian yg ku alami semalam.
Aldi yg saat itu ada di sampingku mencoba menenangkan ku.
Ku ceritakan smua keluh kesahku ke pak ustad.
Pak ustad mencoba membantuku.
Seperti biasa ia menyuruhku mengikuti doa2 yg ia baca.

Sementara itu , teman2 pak ustad meminta ijin untuk berkeliling rumah.
Ternyata memang benar ada sesuatu yg ganjil.
Ada yg menanam sebuah besi seperti tusuk konde dan lilitan rambut di halaman samping rumahku.
Kata pak ustad itulah media sihir yg di kirim seseorang kepadaku.

Akan ada makhluk yg menggangguku terus menerus kalau besi itu tdk di musnahkan.
Teman Pak ustad pun membungkus besi itu dengan kain putih , percaya tdk percaya seperti sulap di tv setelah di bacakan doa kain itu berasap dan besi yg tadi ada di dalam kain tiba2 melebur menjadi debu.

Aku cuman bisa melongo melihat kejadian itu.
Aku kembali di obati pak ustad , setelah meminum air dari pak ustad aku kembali memuntahkan pecahan kaca dari dalam tubuhku.
Pak ustad tetap terus membaca doa hingga akhirnya badanku terasa mulai ringan.
Mual yg tadi aku rasakan juga mulai berkurang.
Semoga ini awal dari kesembuhanku.

Setelah selesai mengobatiku , pak ustad menjelaskan kalau org yg mengirim sihir ingin membunuhku pelan2.
Maka dari itu banyak benda2 asing bersarang di dalam tubuhku.
Kalau aku biarkan , mgkin dalam waktu dekat aku memang pasti mati perlahan karna kesakitan.
Astagfirullahhaladzim , tega nya org yg melakukan ini.
Salah apa aku sampai di buat begini , apa benar ini perbuatan bella ?
Sejahat itu bella kepadaku.

Sedang asik mendengarkan penjelasan pak ustad , tiba2 ada bella datang kerumah.
Pass , dia datang di saat yg tepat.
Bella mencari aldi , aldi pun lgsung keluar menemui bella dan menanyakan apa keperluannya.

Bella mengaku sedang mengidam dan ingin aldi menemani nya pergi makan.
Saat aldi sedang d luar bersama bella , teman pak ustad nyeletuk kalau wanita di luar memiliki aura negatif yg sangat besar.
Ku iyakan apa kata tmn pak ustad itu , ku ceritakan bahwa itulah sosok bella yg selama ini ku maksud.

Pak ustad juga menambahkan kalau bella saat itu tdk datang sendiri , ia seperti memiliki "bodyguard" yg selalu mengikuti tapi berasal dari dunia lain.
Mgkin itu penjaga bella , ntah darimana bella bisa bersekutu dengan makhluk2 seperti itu.
Ntah dari mana pula bella bisa berurusan dengan hal2 jahat seperti ini.

Terdengar di luar bella terus merengek mengajak aldi keluar , ia mengancam akan mogok makan kalau aldi tdk menuruti kemauannya.
Ia terus merengek kalau ini kemauan jabang bayi.
Aku sungguh kesal dengan tingkah bella ya sok2 manja pada aldi.

Lalu Aldi menatapku , aku hanya diam walaupun dalam hati aku ingin aldi menolak permintaan bella.
Tapi aku salah , aldi luluh dan pergi menuruti kemauan bella.
Lagi lagi aldi pergi bersama bella.
Sambil memeluk dan menggandeng tangan aldi , bella mengajak aldi untuk cepat masuk mobil.
Tidak ada perlawanan atau penolakan smskali dari aldi.
Malah aldi terkesan plin plan.
Bella tersenyum puas kepadaku.

Lagi lagi pak ustad memperingatkanku untuk berhati2 , karna makhluk yg menjaga bella memang sangat kuat.
Kuat dugaan bella juga yg mengirim sihir kepadaku.
Ahhh sebenarnya aku sudah merasakan itu dari dulu kalau memang bella yg selama ini "mengerjaiku"

BERSAMBUNG ...

sábado, 10 de marzo de 2018

Susuk ( True Story ) - Part 15



Susuk ( True Story ) - Part 15
PART 15
Writer: Novafhe

Pagi harinya perutku terasa mual lagi , sdh dari tadi aku ingin muntah , tapi aku takut kejadian kemarin terulang lagi.
Hingga akhirnya aku benar2 tak kuat , cepat2 aku berlari ke kamar mandi.
Benar saja , muntahku kali ini masih bercampur darah dan rambut.
Aku kenapaa ?

Aku ceritakan smua yg ku alami ke adikku.
Adikku pun menyarankan supaya aku menghubungi pak ustad kemarin.
Ia benar , ku tlp pak ustad.
Aku minta tlong agar pak ustad bs menjengukku dirmh untuk melihat keadaanku.
Pak ustad berjanji bsk bada isya berkunjung kerumah.

Tepat keesokan harinya pak ustad datang.
Ku ceritakan apa yg aku alami.
Pak ustad sempat kaget , ia berkata ada org yg mengirimkan sihir kepadaku.
Bella ?
Apa bella yg melakukan ini smua ?
Karna bella tempo hri sempat mengancam akan mencelakakanku.

Seperti biasa pak ustad memintaku mengambil segelas air.
Setelah itu pak ustad membacakan ayat2 alquran.
Ku minum air dari pak ustad tadi , lalu pak ustad memintaku mengikuti ayat2 suci al quran yg ia lantunkan.
Lagi2 bibirku kelu.

Kepala ku berat , pundakku pun terasa berat kala itu. Tak lama aku muntah
Seperti kemarin2 di dalam muntahku muncul rambut dan kali ini bersamaan dengan pecahan kaca.
Mataku terbelalak melihat apa yg aku muntahkan.
Seperti kejadian cerita2 horor ku alami sendiri saat ini.

Pak ustad terus membacakan doa , lalu memercikkan air ke ubun2 kepalaku.
Tubuhku rasa terbakar terkena percikan air.
Pak ustad menyuruhku ttp focus dan mengikuti semua doa yg ia ucapkan.
Kepalaku berat tiba2 smua gelap.
Aku tak sadarkan diri.

Akhirnya aku tersadar setelah sempat pingsan selama 30 menit.
Karna hari sdh malam , pak ustad memintaku melanjutkan pengobatan bsk lagi setelah waktu dhuha.
Ia cuma memintaku terus minum air yg d berikannya.

Aku lemas , tenaga ku benar2 habis terkuras malam itu.
Ku putuskan untuk segera beristirahat.
Baru saja menarik selimut , wanita rambut panjang itu muncul di hadapanku.

Wajahnya sangat dekat dengan wajahku. Aku mencoba berteriak tapi mulutku seperti terkunci.
Sekuat tenaga aku mencoba menggapai badan aldi yg sedang tertidur di sampingku.
Tapi usahaku sia2 , aku baca smua doa yg aku tau.
Makhluk itu malah menaruh tangannya di mulutku.
Aku smakin takut , aku beristighfar dalam hati.
Sekuat tenaga aku mencoba melepaskan diri.
Akhirnya makhluk itu pergi dari hadapanku sambil melambaikan tangannya ke arahku.

Aku menangis , bukan karna takut akan sosoknya.
Tapi menyesali smua kejadian yg terjadi kepadaku akhir2 ini.

Bersambung ...

viernes, 9 de marzo de 2018

Susuk (True Story) - Part 14


Susuk (True Story)
Writer: Novafhe
Part 14

***
Aku masih kepikiran kata-kata Bella tadi, Bella hamil anak Aldi?
Tsrus aku harus gimana? Aku gak mau berpisah dengan Aldi apalagi cuman gara-gara akal busuk Bella.
Aku yakin pasti Bella tidak hamil, ia hanya berpura-pura, Instingku berkata begitu.
Tapi kalau itu benar anak Aldi, apa aku yang harus mengalah dengan melepaskan Aldi? Aku belum siap berpisah dari Aldi.

Akhirnya Aldi pulang, sepertinya dia juga shock.
Melihat aku cuman melamun di kamar, Aldi menghampiriku.
Ia meminta maaf kepadaku, aku tau ini bukan sepenuhnya salah Aldi. Tapi aku hanya bisa diam saat itu.
Aldi memintaku untuk sabar dan ia berjanji akan menyelesaikan semua permasalahan ini secepatnya.
Tak lama, tiba-tiba aku merasa mual dan ingin muntah.
Aku pun berlari ke kamar mandi, perutku sakit.
Akhirnya aku muntah.

Tapiiii aku benar-benar terkejut dengan apa yang aku lihat, aku muntah darah dan ada banyak rambut di dalam muntahku.
Sakit apa aku? Aku shock melihat apa yang aku muntahkan.
Selesai dari kamar mandi, aku cuman bisa terdiam tak kuceritakan apa yang barusan aku alami kepada Aldi.

Kami pun bersiap tidur.
Malam itu aku gelisah, susah untuk memejamkan mata.
Baring salah, duduk pun salah.
Aku hanya bisa melamun di depan kaca.
Masih terpikirkan olehku tentang Bella, tapi aku juga kepikiran yang aku alami di kamar mandi tadi.
Sebenarnya sakit apa aku?

Kenapa sampai ada rambut di dalam muntahku?
Sedang berpikir keras, tiba-tiba seperti ada yang lewat di belakangku.
Aku refleks menoleh ke belakang namun tak ku temukan siapapun.
Saat hendak berkaca lagi ternyata ada sosok wanita berambut panjang berdiri persis di belakangku.

Matanya merah, mukanya sedikit hancur.
Aku langsung berteriaaaak.
Aldi yang mendengar teriakanku terbangun dan bertanya apa yang terjadi.
Aku hanya bilang kalau kakiku terinjak kecoa di lantai.
Aldi langsung menarikku ke ranjang lalu ia memelukku erat menyuruhku cepat tidur.
Sekuat tenaga aku mencoba untuk tidur dan akhirnya aku tertidur juga.

Tidur ternyata bukan pilihan terbaik malam itu, aku bermimpi bertemu wanita berambut panjang tadi.
Iaa wanita yang ada di kaca tadi muncul lagi di mimpiku.
Di dalam mimpi, Wanita itu memangku Aldi sambil mengusap-usap rambut Aldi.

Sesekali ia tersenyum ke arahku.
Sesekali ia seperti menertawakanku.
Aku berusaha menarik Aldi, tapi makhluk itu seperti melilitkan rambut panjangnya ke tubuh Aldi hingga aku susah untuk menggapai Aldi.
Apa maksud dari mimpi ini?
Apa ini ada hubungannya lagi dengan Bella?

Bersambung..

Susuk (True Story) - Part 13


Susuk (True Story)
Writer: Novafhe
Part 13

Lagi-lagi Bella hanya tersenyum sinis.
"Sorry ya Vin, aku gamau ngalah lagi.
Kali ini Aldi hrus jadi milikku".
"Dulu aku boleh mengalah, sekarang dengan cara apapun bakal ku rebut kembali Aldi dari siapa pun itu"
"Aku gak perduli dia suami mu, temanmu atau siapa pun itu! Siapa saja yang menghalangiku siap-siap saja berurusan denganku. Aku gak segan-segan bikin celaka siapa saja yang menghalangiku" ucap Bella.

Refleks aku menampar wajah Bella karena mendengar semua perkataannya.
Orang-orang di cafe sempat memperhatikan kami.
Bella benar-benar nekat, Bella benar-benar seperti pshyco yang terobsesi memiliki Aldi.
Aku balik memperingatkan Bella untuk tidak menggangguku dan Aldi lagi.

Lalu aku beranjak bersiap meninggalkan  Bella .
Sebelum aku pergi, Bella mengancamku kembali, ia mengancam akan mencelakaiku atau siapa pun saja yang menghalangi niatnya.
Tak kuhiraukan ancaman Bella, aku berlalu meninggalkan Bella.

Sesampainya di rumah, masih teringat semua perkataan Bella.
Sebenarnya aku takut, takut kalau Bella benar-benar nekat.
Semoga saja Tuhan melindungi keluarga kecilku.

Beberapa hari ini Aldi mulai tampak baikan, keadaannya pun berangsur normal seperti sedia kala.
Aku juga, beberapa hari ini merasa tenang karena makhluk hitam itu tidal menggangguku lagi.
Bella oh yaaa Bella, beberapa hari ini dia juga tak mengganggu Aldi walaupun hanya lewat SMS.

Aku mulai tenang hingga suatu hari aku terjatuh sakit.
Sudah 3 hari belakangan ini aku demam dan panas tubuhku tak kunjung turun. Biasanya setelah minum obat panas tubuhku bisa kembali normal.
Aldi pun berinisiatif mengajakku ke dokter, akan tetapi kata dokter aku memang hanya demam biasa dan di suruh banyak beristirahat.

Tepat hari ke lima, demamku mulai mereda, tapi perutku sering keram dan sakit. Kadang aku muntah-muntah.
Nafsu makanku kacau, hanya bisa terbaring di tempat tidur.
Apa aku hamil? Aldi juga sempat berfikir begitu. Tapi aku belum memberanikan diri untuk periksa kehamilan. Jadi kuabaikan saja sakitku saat itu.

Pagi itu, saat Aldi hendak berangkat kerja tiba-tiba Bella datang kerumah.
Aku sempat terkejut, mau apa Bella sepagi ini.
Saat Aldi membukakan pintu, Bella langsung menangis dan memeluk Aldi.
Aldi juga sempat bingung lalu menyuruh Bella masuk dan duduk, aku memperhatikan mereka dari balik lemari.

Bella mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan menunjukkan benda itu ke Aldi.
"Aku positif hamil Di, ini anak kamu".
Aku yang mendengar dari kejauhan langsung berlari menghampiri mereka berdua.
"Gak mungkin, kapan kita berhubungannya ?" Balas Aldi.
"Kamu pasti lupa Di, waktu di Jogja kamu kan mabuk waktu itu" sahut Bella.

"Ga mgkin itu anak Aldi, pasti kamu mengada-ada supaya Aldi ngikut kamu" celaku.
"Kalo gak percaya ayo kita ke dokter kandungan sekarang kita buktikan kalau perkataanku benar" tantang Bella kepadaku.
Bella pun menangis memohon kepada Aldi, Aldi hanya terdiam.

Dan aku? Aku bisaaa apaaaa, seperti biasa aku cuman bisa nangis.
Tapi kali ini aku berhasil menyembunyikan tangisanku.
Perasaanku? Jangan di tanya perasaanku saat itu gimana.
Hancurr ibarat kaca mugkin pecah berkeping-keping.
Aldi pun mengajak Bella keluar dan seperti nya mengantarkan Bella pulang juga.

Bersambung..

miércoles, 7 de marzo de 2018

Susuk (True Story) - Part 12


Susuk (True Story)
By Novafhe
Part 12

***


    Saat sedang asik melamun, Aldi akhirnya terbangun.
    Ia memanggilku pelan, aku langsung menghampiri nya.
    Aldi kelihatan seperti orang bingung, ia bertanya apa yg terjadi.
    Aku hanya menyahut kalo Aldi tadi terlihat pusing lalu tiba-tiba tak sadarkan diri, Aldi pun percaya.
    Kuminta Aldi untuk tetap beristirahat di kamar sampai benar-benar enakan.


    Malam hari nya Bella mengirimkan pesan singkat ke HP Aldi.
    Bella mengajak Aldi bertemu besok, aku pun membalas dan mengiyakan permintaaan Bella, ini kesempatanku untuk bertemu Bella dan menyelesaikan ini semua.


    Keesokan harinya, aku bersiap-siap untuk bertemu Bella di sebuah cafe.
    Mungkin Bella belum sadar kalau makhluk kiriman yang ia utus untuk mengikat hati Aldi telah di usir pak ustad.
    Hari ini Aldi masih beristirahat di rumah, kusuruh ia untuk ijin tidak masuk kerja sampai benar-benar merasa enakan.
    Sebelum pergi pun Aldi bertanya aku mau kemana, aku hanya beralasan ingin bertemu teman lama karna ada urusan yang harus di selesaikan.


    Sesampainya di cafe, kulihat Bella sudah duduk menunggu kedatangan Aldi.
    Kuhampiri Bella, ia sedikit terkejut tapi tetap berusaha terlihat tenang dan tersenyum dengan senyum nya yang khas.
    Bella, sebenarnya di dalam hatiku masih saja mengagumi nya. Bella benar-benar cantik dari dulu, tapi kenapa sampai hati berusaha merebut Aldi dari ku.


    Tanpa basa basi aku menanyakan maksud Bella yang terang-terangan mengganggu Aldi.
    Bella hanya tersenyum sinis, dengan santai ia menjawab smua pertanyaanku.
    "Kamu yang jahat Vin, kita kan dari dulu bersahabat, tapi kenapa kamu malah nikah sama Aldi?". "Dari dulu aku menaruh hati pada Aldi, tapi kuurungkan perasaanku, kupendam semua perasaanku karena aku tak mau persahabatan kita rusak!
    Aku rela mengubur perasaanku demi kita, demi persahabatan kita.
    Tapi nyatanya apa? Kamu malah menikah dengan Aldi, apa kamu tidak memikirkan perasaanku saat itu?". "Apa kamu tau, kenapa selama ini aku tidak pernah menerima cinta laki-laki lain? Karena aku memang dari dulu hanya mencintai Aldi, asal kamu tau Aldi dulu pernah nembak aku waktu SMA tapi aku tolak, karena aku gamau persahabatan kita renggang apalagi rusak cuman karena aku mementingkan ego ku!
    Tapi nyatanya kamu yang merusak persahabatan kita". "Kamu vin yg merebut Aldi dari aku, bukan aku yang merebut Aldi, ingat! Bukan aku"
    Suara Bella tiba-tiba bergetar, seperti hendak menangis tapi berusaha di tahan.


    Aku terdiam sesaat,
    Aku sempat merasa tak nyaman dengan perkataan Bella, benarkah aku yg membuatnya terluka hingga ia seperti saat ini?
    Tapi bagaimana pun juga, Bella tidak berhak mengganggu Aldi yang sekarang statusnya adalah suami sah ku,
    Aku pun melanjutkan pembicaraan, aku memohon kepada Bella untuk tidak mengganggu rumah tanggaku lagi.



    Bersambung..

    lunes, 5 de marzo de 2018

    Susuk (True Story) - Part 10


    Susuk (True Story)
    By : Novafhe
    Part 10

    ***
    Hingga akhirnya aku tersadar, ternyata aku hanya bermimpi. Fiuhhhh, mimpi ini seperti menguras energi ku. Kenapa makhluk ini selalu mengikuti ku? Bella benar-benar keterlaluan. Sebegitu liciknya dia sampai ingin menyakiti ku. Salah apa aku selama ini?

    Tapiii, kenapa sampai saat ini Aldi belum kembali juga? Bodohnya aku kenapa tak ku ikuti saat Aldi mengantar Bella tadi.

    Ku coba menelpon Aldi, HP nya tak aktif. Aku semakin cemas, kemana aldi kemanaaa? Kenapa tidak kembali ke kamar?! Aku semakin gelisah, tak lama HP ku berdering. "Aku pinjam dulu yaaa Aldi nya, ga perlu di cari, kamu ga bakal ketemu kami ada dimana" ternyata WA dari Bella. Di situ jelas-jelas Bella mengirim foto Aldi sedang tertidur pulas di kamar Bella.

    Ya Tuhaaaaan apalagi rencana Bella kali ini. Aku seperti hilang akal, mondar-mandir kesana kemari. Hanya bisa menangis tak tahu harus berbuat apa. Mau mencari tapi mencari kemana? Dengan pasrah ku tunggu Aldi hingga pagi.

    Akhirnya Aldi datang, belum lagi ia duduk beribu pertanyaan sudah ku lontarkan kepada Aldi. Aldi hanya diam tidak meresponku sama sekali. Tak lama HP ku kembali berbunyi. Bella! Wa dari Bella. Ia mengirim foto sedang memeluk Aldi di atas ranjang. Dengan emosi ku lempar HP ku. Aku hanya bisa menangis, tanpa pikir panjang ku kemas baju-bajuku ke dalam koper. Tak ku perdulikan Aldi saat itu, di dalam pikiranku saat itu hanya ingin pulang. Hanya ingin bertemu ibuku dan berkeluh kesah kepadanya. Ku tinggalkan Aldi di kamar sendiri. Bergegas aku mencari taksi dan menuju bandara, saat itu juga aku mencari pesawat untuk tujuan pulang.

    Sepanjang perjalanan pulang aku hanya bisa menangis. Sampai hati Bella melakukan ini kepadaku. Aldi? Kenapa Aldi bisa begitu tunduk pada Bella? Apa Aldi benar-benar sudah tidak mencintaiku lagi? Apa Aldi sudah tidak menganggapku istri nya lagi? Baru kemarin Aldi berjanji tidak akan menyakiti aku lagi.

    Akhirnya aku tiba di kotaku, bergegas aku mencari taksi untuk pulang kerumah. Sesampainya di rumah ibuku heran, kenapa aku pulang sebelum waktu nya dan hanya sendiri tanpa Aldi. Aku ceritakan semua yang aku alami pada ibu, aku menangis sejadi-jadinya. Adikku yg mendengar kisahku lgsung datang menghampiri, ia bilang sudah ketemu ustad yang bisa membantuku. Kami pun sepakat besok juga harus pergi kerumah ustad yang di maksud adikku.

    Keesokan harinya, sampailah kami di rumah ustad yang di maksud adikku. Rumahnya teduh penuh ketenangan. Beda dengan rumah Mas Radit yang hawa nya panas dan membuat gerah. Pak ustad bertanya apa yang menjadi masalahku? Lalu aku menceritakan semua keluh kesahku. Pak ustad lalu membaca doa di sebuah gelas, dan memintaku untuk mengikuti doa yang dia bacakan. Bibirku keluh, seperti berat mengikuti doa-doa yang di baca pak ustad. Padahal doa ini sering aku baca sebelumnya. Pak ustad bilang, aku "di kerjain" orang lain. Ada makhkuk yang mengikutiku semacam parasit. Makhluk ini akan selalu mengganggu sampai tuan nya puas dan menyuruhnya pulang. Sudah kuduga, pasti ini makhluk kiriman Bella yang sering menggangguku. Setelah di bacakan ayat-ayat suci alquran aku mual dan muntah-muntah, tapi setelah itu badanku terasa ringan. Pak ustad bilang kalo makhluk yang mengikuti ku sudah di atasi, namun pak ustad memintaku untuk tetap rajin solat dan selalu membaca alquran selepas magrib agar makhluk itu tidak kembali.

    Mengenai Aldi, pak ustad memintaku untuk membawa Aldi ke rumahnya. Tapi berat bagiku membawa Aldi, pasti Aldi tidak mau. Kuminta pak ustad meluangkan waktu nya untuk minggu depan berkunjung kerumahku melihat Aldi. Pak ustad pun setuju dan akan datang kerumah minggu depan.

    Bersambung..

    domingo, 4 de marzo de 2018

    Susuk (True Story) - Part 9


    Susuk (True Story)
    by Novafhe
    Part 9

    ***
    Hari ke 4 liburan, saat sedang breakfast di resto hotel, kami berpapasan dengan Bella. Saat sedang asik menyantap sarapan, Bella tiba-tiba langsung gabung di meja kami. "Belaaa, benar-benar gak punya malu" batinku.
    Kenapa dia jadi wanita yang benar-benar tidak berpikir sedikitpun bagaimana perasaanku.
    Apa dia tidak pernah memposisikan dirinya kalau jadi aku?
    Ntahlaah mungkin Bella sudah hilang akal atau mungkin saja urat malu nya sudah putus?

    Bella menyapa Aldi, Aldi hanya senyum. Aku terus menatap bella.
    "Liburan kok ga ngajak-ngajak Di?"
    Dulu waktu SMA kan kita bertiga selalu liburan sama-sama mau kemana aja, ucap Bella.
    "Iyaa aku lagi second honeymoon sama Vina" balas Aldi.
    "Kebetulan banget yaa bisa ketemu kamu di sini, ntar malam kita jalan-jalan ke Malioboro yukk Di, kuliner malam?"
    Belum sempat Aldi menjawab aku langsung mengajak Aldi pergi dari resto.
    Aldi tak bisa menolak dan mengikuti langkahku.
    Bella hanya tersenyum kepadaku.

    Sepanjang jalan menuju kamar hotel, aku diam tak berkata apa-apa.
    Sebenarnya aku kesal, tapi ah sudaahlah aku benar-benar tak habis pikir dengan apa yang di lakukan Bella.
    Aldi menarik tanganku, ia meyakinkanku kalau ia takkan pergi kemana-mana, ia akan selalu ada di sampingku kemanapun aku pergi.
    Aku sedikit lega.

    Sore hari nya saat hendak bersiap pergi jalan, kami berpapasan lagi dengan Bella di tangga hotel.
    Tiba-tiba Bella terpeleset dan jatuh, Bella pun kesakitan, mau tidak mau Aldi menolong.
    Dalam hatiku, pasti ini akal-akalan Bella saja yang memang sengaja menjatuhkan diri.
    Bella berakting layaknya orang yang susah berdiri dan meminta Aldi untuk menggendongnya ke kamar.
    Aldi pun meminta ijin kepadaku, aku bisa apaa?

    Sudah bisa di bayangkan betapa kesalnya aku dengan cara kotor Bella untuk menggoda Aldi.
    Kenapa harus Aldi? Apa Bella tidak punya pria lain yang setidaknya pria single bukan pria beristri macam Aldi?
    Aku pun kembali ke kamar, menunggu Aldi kembali ke kamar untuk menjemputku.

    Sanking lama nya Aldi yg tak kunjung kembali, aku sampai ketiduran di sofa kamar.
    Tak lama kudengar suara seperti pintu terbuka, mungkin Aldi.
    Ternyata benar, Aldi yang datang.
    Ia mencium keningku, Aldi meminta maaf karna sudah membuatku menunggu lama. Aku sedikit kesal kenapa Aldi harus berlama-lama mengantar Bella.
    Melihat aku yang kesal, Aldi menarikku ke tempat tidur.
    Di cium nya pipiku, di peluk nya aku dengan erat.
    Saat hendak mencium bibirku ....

    Tiba-tiba Aldi mencekikku, aku meronta-ronta berusaha melepaskan tangan Aldi dari leherku.
    Tapi susaah, aku hampir kehilangan nafas.
    Samar-samar, kulihat sosok Aldi berubah. Tidaaak, sosok ini yg sering menggangguku.

    Iyaaa sosok hitam bertanduk dan bermata merah itu yg mencekikku.
    Dalam hati aku beristighfar, sekuat tenaga aku mencoba melawan.

    Sambil membaca semua doa yg kutahu, aku berusaha melepaskan diri dari genggaman makhluk hitam itu.
    Dalam hati aku terus berucap memohon pertolongan tuhan.
    Makhluk itu tertawa, semakin lama semakin kencang tawanya.
    Ia memperingatkan ku supaya menjauhi Aldi.
    Tangannya semakin kuat menekan leherku.
    Hingga akhirnya ...

    Bersambung

    sábado, 3 de marzo de 2018

    Susuk (True Story) - Part 8


    Susuk (True Story
    by Novafhe
    Part 8

    ***
    Hingga akhirnya kudengar seperti seseorang memanggil namaku.
    Aldi, iya itu suara aldi.
    Tak lama Aldi pun seperti menepuk pundakku, aku seperti orang yang tersadar.
    Nafasku kembali normal, langsung kupeluk erat-erat Aldi.
    Aldi yang bingung bertanya, apa yang kulakukan di depan pintu sedari tadi. Aku hanya diam dan menangis tak ku jawab semua pertanyaan Aldi, aku masih shock.
    Lalu, Aldi tiba-tiba menggendongku dan menaruhku kembali ke tempat tidur.

    Keesokan harinya, aku masih shock.
    Aku tak beranjak sedikitpun dari tempat tidur.
    Aku hanya melamun, masih mengingat kejadian tadi malam.
    Kalau saja Aldi tak bangun mungkin aku sudah mati kehabisan nafas tadi malam.
    Sejahat itukah Bella? Hingga tega ingin mencelakakanku?

    Aldi yg kala itu sedang bersiap-siap berangkat kerja menghampiriku.
    Ia juga mengusap rambutku, sudah lama Aldi tak begini.
    Aldi tersenyum, ia hanya menyuruhku istirahat kalau memang tidak enak badan.

    "Minggu depan aku cuti 1 minggu, kita liburan yaa" ucap Aldi.
    "Beneraaan? Kamu gak bercanda kaan? Tanyaku.
    "Iyaa beneran, kita ke Jogja berdua yaa pergi ke tempat honeymoon kita dulu biar Vino di rawat sama nenek nya.
    Siapa tau sepulang dari Jogja, Vino dapet adik hehe".
    Ahhh ini beneran aldi?
    Aldi its back, Aldi suamiku sudah kembali. Aku pun menggangguk tanda menyetujui perkataan Aldi.
    Aldi pun pamit berangkat kerja, tak lupa ia mencium pipi dan keningku sebelum pergi. Ku tarik Aldi, lalu ku peluk ia erat-erat.
    Sambil membalas pelukanku, Aldi berbisik
    "Nanti di lanjut lagi ya manja-manja nya kalo aku sudah pulang"
    Aku senyum-senyum sendiri pagi itu.
    Ya Tuhaan, terima kasih telah mengembalikan Aldi ku.

    Hari yang aku tunggu telah tiba, ini hari dimana kami akan pergi ke Jogja.
    Setelah berpamitan dengan orang tua dan anakku, aku dan Aldi langsung pergi ke bandara.

    Hari-hari pertama di Jogja aku sangat menikmati "Second Honeymoon" ini.
    Aldi benar-benar memanjakanku, aku benar-benar bahagia.
    Sudah lama aku tidak merasakan kehangatan atau perhatian dari Aldi. Semua nya di berikan Aldi, suasana nya sama seperti awal-awal menikah.
    Namun, liburan ku tiba-tiba terganggu.

    Ada Bella, iya Bella lagi, Bella lagi, Bella lagi. Kenapa Bella bisa ada di sini, di hotel yang sama tempat kami menginap?
    Dari mana Bella tau kalau aku dan Aldi ada di Jogja ?
    Apa Aldi yang memberitahukan nya?
    Bella benar-benar seperti hantu bisa muncul kapan saja!
    Liburanku yg tadinya indah, sudah kupastikan pasti bakal terganggu bahkan bisa saja berantakan.

    Bersambung...

    viernes, 2 de marzo de 2018

    Susuk (True Story) - PART 7


    Susuk (True Story)
    by Novafhe
    Part 7

    ***
    Ternyataaa, tidak ada siapa-siapa di kamar mandi.
    Lalu? Siapa yang mengangkatku tadi?
    Siapa juga yang mengecup keningku tadi?
    Jangan-jangan...
    Iyaaa sama seperti yang kalian pikirkan, jangan-jangan makhluk kiriman Bella yang menggangguku.
    Aku langsung merinding dan berlari ke tempat tidur.
    Kutarik selimutku dan kucoba untuk tidur malam itu walaupun perasaanku bercampur aduk.

    Keesokan harinya, aku sudah bertekad untuk mendatangi Aldi ke kantor pada saat jam istirahat.
    Iyaa jaga-jaga kalo Aldi tidak pulang lagi malam ini.
    Kali ini aku pergi berdua Vino anakku.

    Sesampainya di kantor aku pun mencari Aldi, teman-teman kantornya bilang kalo Aldi ada di kantin bawah sedang makan. Aku bergegas kesana, langkahku sempat terhenti, karena ku dapati Aldi sedang duduk berdua dengan Bella.
    Bella lagi Bella lagi, tanpa pikir panjang aku langsung menghampiri mereka berdua.

    Dengan tenang dan elegan ku tanya Aldi kemana dia semalam.
    Dengan santai Aldi menjawab di rumah Bella semalam.
    Aku sempat emosi, tapi kuredam emosi itu. Lalu ku tanya kembali apa yang Aldi lakukan hingga tidak pulang kerumah.
    Kali ini bella yg menyahut
    "Aku kesepian Vin, makanya minta Aldi temenin di rumah, tapi tenang aja kita gak tidur bareng kok, yaa walaupun tidur bareng juga gak apa-apa kan?"
    Emosi ku memuncak, rasanya mau ku tampar Bella saat itu.
    Ku tarik Aldi, di hadapan Aldi aku pun menangis, menyuruhnya untuk memandang Vino anaknya.
    Ku pertegas pada Aldi, kalau memang dia memilih Bella, ceraikan saja aku.

    Aku makin menangis, tak ku perdulikan tatapan orang lain.
    Aldi terdiam, di peluknya aku saat itu.
    Lalu Aldi mengajakku keluar dan mengantarkan aku pulang.
    Oh yaa, Bella pun Aldi tinggalkan sendirian di kantin.

    Sepanjang jalan, Aldi hanya diam.
    Aku hanya bisa berurai air mata, dalam hati aku bertanya cobaan apa sebenarnya yang menimpaku saat ini.
    Tiba-tiba Aldi menggenggam tanganku. Aku hanya diam tidak merespon apa-apa.

    Sesampainya di rumah, aku langsung masuk kamar.
    Aldi menyusulku, tiba-tiba ia memelukku.
    Aldi juga memohon maaf dan memintaku untuk tidak meninggalkannya.
    Sambil menangis dan memeluk Aldi aku memohon supaya Aldi mau menjauhi bella. Aldi mengiyakan permintaanku saat itu.

    Sudah 3 hari ini Aldi selalu pulang kerja tepat waktu.
    Tidak pernah pergi malam lagi atau pun sekedar lembur.
    Aku senang, mungkin Aldi benar-benar sudah berubah.
    Tidak pernah juga kudengar dia bertelpon ria dengan Bella seperti biasanya.
    Di rumah ia sibuk bermain dengan Vino seperti sebelum-sebelumnya.

    Sebelum tidur Aldi pun mecium keningku, ia pun memelukku sampai aku tertidur.
    Dalam hati aku berdoa semoga ini awal kebahagianku.
    Akhirnya aku tertidur.
    Tapiiiii, di dalam tidur aku bermimpi.
    Ada Bella,..
    Iya ada Bella di dalam mimpiku, Bella dan makhluk kirimannya itu menarik Aldi dari sisiku.
    Bella juga seperti memperingatkan supaya aku tidak macam-macam dengannya.

    Sambil tertawa Bella berkata akan merebut Aldi dariku dan anakku.
    Aku pun terbangun dari tidur. Ku lihat Aldi masih ada di sampingku sedang tertidur pulas.
    Semoga hanya mimpi, tapi mimpi ini membuatku takut.
    Aku cinta Aldi, aku tidak mau Bella merebut Aldi dariku.

    Sedang asik melamun, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku.
    Mungkin ibu pikirku, karena malam ini Vino memang tidur dengan ibuku, jadi mungkin saja ibu mau mengembalikan Vino kepadaku.
    Saat kubuka pintu kamar, tidak ada siapa-siapa di baik pintu.
    Tanpa curiga aku pun menutup kembali pintu kamar.
    Baru ingin melangkah, pintu kamar kembali di ketuk, pelan-pelan kubuka.

    Ternyata saat kubuka, iyaaa makhluk hitam itu ada di balik pintu, ia mencekikku.
    Aku seperti terangkat, tidak bisa bernafas, berusaha berteriak tapi tidak bisa.
    Semakin lama terasa nafasku semakin habis, apakah aku akan mati malam ini?

    Sekuat tenaga aku berusaha mengingat Tuhan, sekuat tenaga aku berusaha membaca doa agar terlepas dari cekikan makhluk ini.
    Tapi semakin lama nafasku semakin habis, hingga akhirnya ...

    Bersambung ...

    miércoles, 28 de febrero de 2018

    Susuk (True Story) - Part 6


    Susuk (True Story)
    by Novafhe
    Part 6

    ***
    Aku pun menceritakan kejadian semalam kepada adikku.
    Adikku merasa ngeri dengan apa yang ku lihat.
    Ia menyarankan aku untuk pergi ke ustad yang benar-benar paham masalah seperti ini bukan pergi ke "orang pintar"
    Tapi siapa yang ustad yang bisa menolongku?
    Adikku pun berjanji akan menolongku mencari tahu ustad yang bisa membantu mengatasi ini semua.

    Kembali ke Aldi dan Bella yang makin intens berhubungan.
    Ibu mertuaku mengadu, kalo Aldi beberapa kali mengajak Bella kerumah.
    Ibu mertuaku memastikan apakah hubunganku dan Aldi baik-baik saja?
    Sebenarnya ibu mertuaku tau kalo kami bertiga bersahabat sejak lama.
    Ku ceritakan kalo akhir-akhir ini Aldi dekat dengan Bella.
    Ibu mertuaku berjanji akan menasihati Aldi dan meminta Aldi untuk mulai menjaga jarak dengan Bella.

    Sudah pukul 11 malam, tumben Aldi belum pulang.
    Aku sedikit cemas, yaa walaupun hubungan kami memang renggang beberapa waktu ini, tapi aku tetap mencintainya.
    Aku tetap setia dengan nya.
    Ku coba menelpon Aldi, tapiiii kenapa Bella yang mengangkat telpon nya?
    "Bella mana Aldi?" Aku pun meminta Bella untuk menyerahkan telpon ke Aldi
    Bella hanya tertawa.
    "Cari Aldi? Dia gak pulang malam ini, malam ini dia nginap di rumah ku yaah, Eh ga perlu ijin ke kamu juga kali yaaa, nanti juga pada akhirnya dia pulangnya ke aku terus hahahaha" sahut bella.
    Bella pun langsung menutup telpon nya.

    Ya Tuhaaan, Aldi menginap dirumah Bella?
    Ap yang harus aku lakukan?
    Berdiam diri saja membiarkan kelakuan mereka?
    Menyusul mereka? Tapi bodohnya aku tidak tau Bella tinggal dimana saat ini. Aku hanya bisa menangis malam itu.
    Ku gelar sejadahku, ku luapkan smua keluh kesahku di dalam solat.
    Aku terus berdoa, berdoa dan berdoa hingga akhirnya tanpa sadar akupun tertidur di atas sajadah.

    Saat tengah pulas tertidur, tiba-tiba seperti ada yang mengangkatku.
    Ku buka mataku, Aldi!
    Apa ini cuman mimpi atau halusinasiku?
    Aldi ada di hadapanku, menggendongku dari lantai menuju tempat tidur.

    Selepas menaruh ku di pembaringan, Aldi mengecup dahiku lalu meninggalkan ku mandi malam itu.
    Aku masih bingung , apa benar itu Aldi?
    Kenapa kelakuannya tidak seperti biasanya.
    Ku cubit pipiku terasa sakit, ah berarti ini nyata bukan mimpi.
    Ku tunggu Aldi selesai mandi, namun aldi tak kunjung keluar dari kamar mandi.

    Aku pun beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
    Saat ku ketuk pintu kamar mandi, tak ada jawaban. Hanya ada suara orang mandi dan ributnya keran air.
    Tanpa sengaja aku mendorong pintu kamar mandi.
    Kamar mandi pun terbuka,..
    Alangkah terkejutnya aku, ternyata di kamar mandi...

    Bersambung ...

    Susuk (True Story) - Part 5


    Susuk (True Story)
    by Novafhe
    Part 5

    ***
    Tepat di hari minggu dengan di temani adikku, aku pergi kerumah Mas Radit.
    Vino sengaja tak ku bawa, kutitipkan ke ibu.
    Aldi juga tak ada di rumah saat aku pergi,
    minggu pagi biasa jadwal Aldi main futsal bersama teman-teman kantornya.

    Sesampainya di rumah Mas Radit, aku di sambut dengan baik oleh orang rumah nya.
    Tak lama Mas Radit pun keluar bersama ayah nya.
    Ayah nya menyapaku, ia juga mengatakan kalau sudah mengetahui masalahku dari Radit.
    Ayah mas radit pun memintaku menunjukkan foto Aldi dan Bella.
    Kuberikan foto saat kami masih sering bertiga.

    Seperti di terawang, ayah Mas Radit memperhatikan dengan seksama wajah Aldi dan Bella.
    Lalu ayah Mas Radit menceritakan kalau bella Mengirim guna-guna ke Aldi, Aldi sengaja di pelet oleh Bella. Maka dari itu di rumah sering terlihat sosok hitam, sosok itu adalah sosok kiriman dari Bella untuk menjaga Aldi agar Aldi takhluk kepada Bella dan sosok itu juga yang memang muncul di dalam mimpiku.

    Hampir tidak percaya aku mendengar perkataan ayah Mas Radit.
    Bagaimana mugkin Bella sahabatku selama ini tega ingin merebut suamiku?
    Kenapa tidak dari dulu ia berpacaran dengan Aldi? Kenapa harus saat menjadi suamiku?

    Ayah Mas Radit pun memberikanku sebotol air minum yg sudah di baca-baca doa oleh nya.
    Menurutnya air itu bisa menangkal guna-guna dari Bella.
    Aku hanya mengangguk tanda paham akan penjelasan ayah Mas Radit.
    Aku bergegas pulang, takut Aldi pulang duluan daripada aku.
    Sesampainya dirumah ternyata Aldi blm juga pulang.
    Tak lama ku lihat Aldi datang tapi ia tidak sendiri, Aldi datang bersama Bella.
    Tanpa sungkan Bella masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.

    Saat Aldi datang ku tanya mau kemana lagi, Aldi cuman menjawab mau pergi jalan bersama bella.
    Aku coba melarangnya, tapi Aldi mengacuhkan ku dan langsung meraih tangan Bella dan membawa nya keluar dari rumah.
    Bella hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arahku seakan-akan ia berkata "Aku yg menang".

    Hari demi hari, Aldi makin intens bertemu dan berhubungan dengan Bella.
    Sepertinya air yg di berikan ayah Mas Radit tidak memberikan pengaruh apa-apa ke Aldi.
    Aku menangis, merasa lelah, merasa bingung apa lagi yang harus aku lakukan agar Aldi bisa sadar akan kelakuannya.

    Akupun teringat perkataan Mas Radit untuk bisa lebih mendekatkan diri dengan Tuhan.
    Memperbanyak sholat di rumah.
    Bergegas aku mengambil air wudhu dan bersiap solat isya.
    Aku tumpahkan semua nya saat sholat, tak terasa air mataku pun jatuh sambil berdoa.

    Sedang khusyuknya berdoa, tiba-tiba jendela kamar kembali terhempas lagi seperti waktu itu.
    Cepat-cepat aku berdiri dan mengunci jendela kamar, ada perasaan merinding saat mengunci jendela.
    Kali ini aku takut kalo sosok hitam yg kemarin ku lihat muncul lagi. Benar sajaa, sosok hitam itu muncul lagi. Ia berdiri tepat di samping sajadahku.

    Aku seperti beku saat itu, tidak bisa bergerak sementara makhluk itu berusaha mendekatiku.
    Aku baca semua doa yang aku tau, sambil memejamkan mata aku terus berdoa. Pelan-pelan ku buka mataku, mencoba mengintip apakah makhluk itu masih ada.

    Alhamdulilah makhluk itu suda hilang dari pandanganku.
    Aku pun bisa bergerak seperti sedia kala.
    Cepat-cepat aku melipat mukena dan sajadahku.
    Tapi, saat hendak melangkah ke ranjang.
    Ku lihat makhluk itu berusaha mendekati Vino anakku.
    Aku pun berlari dan lgsung memeluk Vino, ku coba mengusir makhluk itu dengan sapu lidi yang ada di dekat meja.
    Makhluk itu hanya tertawa terbahak-bahak lalu hilang dari padangan.

    Ya Tuhan, apalagi ini.
    Mau apa makhluk ini sebenarnya? Kenapa dia juga mengganggu aku? Apakah Bella yang mengatur ini semua?

    Bersambung...

    Bertemu dengan Hantu (True Story) Part 15

    Berteman dengan Hantu (True Story) Part 15 - PERTEMUAN PERTAMA DALAM 66 TAHUN by : Sinyoreborn Ane telah menceritaken semua ke Noni Van De W...