sábado, 10 de marzo de 2018

Susuk ( True Story ) - Part 15



Susuk ( True Story ) - Part 15
PART 15
Writer: Novafhe

Pagi harinya perutku terasa mual lagi , sdh dari tadi aku ingin muntah , tapi aku takut kejadian kemarin terulang lagi.
Hingga akhirnya aku benar2 tak kuat , cepat2 aku berlari ke kamar mandi.
Benar saja , muntahku kali ini masih bercampur darah dan rambut.
Aku kenapaa ?

Aku ceritakan smua yg ku alami ke adikku.
Adikku pun menyarankan supaya aku menghubungi pak ustad kemarin.
Ia benar , ku tlp pak ustad.
Aku minta tlong agar pak ustad bs menjengukku dirmh untuk melihat keadaanku.
Pak ustad berjanji bsk bada isya berkunjung kerumah.

Tepat keesokan harinya pak ustad datang.
Ku ceritakan apa yg aku alami.
Pak ustad sempat kaget , ia berkata ada org yg mengirimkan sihir kepadaku.
Bella ?
Apa bella yg melakukan ini smua ?
Karna bella tempo hri sempat mengancam akan mencelakakanku.

Seperti biasa pak ustad memintaku mengambil segelas air.
Setelah itu pak ustad membacakan ayat2 alquran.
Ku minum air dari pak ustad tadi , lalu pak ustad memintaku mengikuti ayat2 suci al quran yg ia lantunkan.
Lagi2 bibirku kelu.

Kepala ku berat , pundakku pun terasa berat kala itu. Tak lama aku muntah
Seperti kemarin2 di dalam muntahku muncul rambut dan kali ini bersamaan dengan pecahan kaca.
Mataku terbelalak melihat apa yg aku muntahkan.
Seperti kejadian cerita2 horor ku alami sendiri saat ini.

Pak ustad terus membacakan doa , lalu memercikkan air ke ubun2 kepalaku.
Tubuhku rasa terbakar terkena percikan air.
Pak ustad menyuruhku ttp focus dan mengikuti semua doa yg ia ucapkan.
Kepalaku berat tiba2 smua gelap.
Aku tak sadarkan diri.

Akhirnya aku tersadar setelah sempat pingsan selama 30 menit.
Karna hari sdh malam , pak ustad memintaku melanjutkan pengobatan bsk lagi setelah waktu dhuha.
Ia cuma memintaku terus minum air yg d berikannya.

Aku lemas , tenaga ku benar2 habis terkuras malam itu.
Ku putuskan untuk segera beristirahat.
Baru saja menarik selimut , wanita rambut panjang itu muncul di hadapanku.

Wajahnya sangat dekat dengan wajahku. Aku mencoba berteriak tapi mulutku seperti terkunci.
Sekuat tenaga aku mencoba menggapai badan aldi yg sedang tertidur di sampingku.
Tapi usahaku sia2 , aku baca smua doa yg aku tau.
Makhluk itu malah menaruh tangannya di mulutku.
Aku smakin takut , aku beristighfar dalam hati.
Sekuat tenaga aku mencoba melepaskan diri.
Akhirnya makhluk itu pergi dari hadapanku sambil melambaikan tangannya ke arahku.

Aku menangis , bukan karna takut akan sosoknya.
Tapi menyesali smua kejadian yg terjadi kepadaku akhir2 ini.

Bersambung ...

No hay comentarios:

Publicar un comentario

Bertemu dengan Hantu (True Story) Part 15

Berteman dengan Hantu (True Story) Part 15 - PERTEMUAN PERTAMA DALAM 66 TAHUN by : Sinyoreborn Ane telah menceritaken semua ke Noni Van De W...