Mostrando entradas con la etiqueta Danger. Mostrar todas las entradas
Mostrando entradas con la etiqueta Danger. Mostrar todas las entradas
martes, 27 de marzo de 2018
Berteman dengan Hantu (True Story) Part 10
Berteman dengan Hantu (True Story)
Part 10 - NYANYIAN NONI VAN DE WIET
by : Sinyoreborn
Setelah ortu menjemput ane yang lagi dikandangkan dikantor PM setempat, pulangnya ane dikepretin bulak-balik sama babeh. Ane dianggap anak yang paling nyusahin didunia ini. Sedih ane. Seperti di film india ane lari ke kamar sambil menangis.
Ada noni van de wiet dikamar ane, kebetulan ada noni yaudah sekalian ane curhat ke dia. Ane curhat masalah ane, noni van de wiet itu pendengar yang baik. Dia dengerin ane ngomong sampe kelar, setelah itu baru dia kasih pendapat. Kaga pernah dia memotong atau membantah kata-kata ane.
Hati ane jadi Plong setelah mencurahkan kekesalan ane sama ortu. Noni itu tersenyum melihat ane yang udah kembali happy. Senyumanya itu bener-bener luar biasa manisnya, kalah manis biang gula sama senyuman noni van der wiet. Mantaf lah pokoknya.
Andai noni itu bukan setan, udah ane kimpoi bulak-balik. Ane jadiin bini biar nanti anak ane pada cakep.
Noni itu udah jadi teman curhat ane, bahkan udah seperti sahabat. Ane cuma sebut namanya, clinggg langsung nongol. Pernah saat ane berangkat sekolah, ongkos ane ketinggalan. Ane panggil noni van der wiet untuk bawain ongkos ane yang ketinggalan itu. Baik banget dah itu noni.
Walau dia udah jadi sahabat ane, kebiasaanya menangis dan menjerit saat tengah malam masih dilakuinya. Ane paham kok, itu tangisan kesedihanya dan jeritan kepedihanya. Karena ane sempat melihat proses kematian noni van de wiet. Detik-detik kematian'nya dapat membuat kita semua merenggut pilu.
Ane pernah bertanya siapa nama suami noni tersebut, Noni itu menjawab, Guus Willem Van Osch Lijk. Nama yang keren menurut ane.
Berarti ane mulai tahu semua nama keluarga si noni belanda itu.
1. Guus Willem Van Osch Lijk
Baca : Gus Willem Van Osh Layk'
2. Maria Elissa Van De Wiet
Baca : Maria Elissa Van De Wit
3. Charlotte Maria Van Osch Lijk
Baca : Carlotte Maria Van Osh layk'
Ane berhenti berkomunikasi dengan si noni, udah mulai ngantuk pengen tidur, besok sekolah pagi, ane takut kesiangan.
Saat ane mulai memejamkan mata, ane mendengar noni itu bernyanyi, merdu sekali..
Als de orchideen bloeien..
Ween ik haast van liefdes smart.
Want ik kan niet bij je wezen..
Glijk weleer mijn lieve schat..
Als de orchideen bloeien..
Dan denk ik terug aan jou ..
Denk toen aan die zoete tijden ..
Toen je zei ik hou van jou ..
Perlahan nyanyian itupun meredup..
To be continue..
Etiquetas:
cerita hantu,
Cerita horor,
cerita nyata,
cerita setan,
Creepypasta,
creepystory,
Danger,
Horror,
mysteri,
Penampakan,
phobia,
scary,
truestory,
urbanlegend
miércoles, 7 de marzo de 2018
Susuk (True Story) - Part 12
Susuk (True Story)
By Novafhe
Part 12
***
***
Saat sedang asik melamun, Aldi akhirnya terbangun.
Ia memanggilku pelan, aku langsung menghampiri nya.
Aldi kelihatan seperti orang bingung, ia bertanya apa yg terjadi.
Aku hanya menyahut kalo Aldi tadi terlihat pusing lalu tiba-tiba tak sadarkan diri, Aldi pun percaya.
Kuminta Aldi untuk tetap beristirahat di kamar sampai benar-benar enakan.
Malam hari nya Bella mengirimkan pesan singkat ke HP Aldi.
Bella mengajak Aldi bertemu besok, aku pun membalas dan mengiyakan permintaaan Bella, ini kesempatanku untuk bertemu Bella dan menyelesaikan ini semua.
Keesokan harinya, aku bersiap-siap untuk bertemu Bella di sebuah cafe.
Mungkin Bella belum sadar kalau makhluk kiriman yang ia utus untuk mengikat hati Aldi telah di usir pak ustad.
Hari ini Aldi masih beristirahat di rumah, kusuruh ia untuk ijin tidak masuk kerja sampai benar-benar merasa enakan.
Sebelum pergi pun Aldi bertanya aku mau kemana, aku hanya beralasan ingin bertemu teman lama karna ada urusan yang harus di selesaikan.
Sesampainya di cafe, kulihat Bella sudah duduk menunggu kedatangan Aldi.
Kuhampiri Bella, ia sedikit terkejut tapi tetap berusaha terlihat tenang dan tersenyum dengan senyum nya yang khas.
Bella, sebenarnya di dalam hatiku masih saja mengagumi nya. Bella benar-benar cantik dari dulu, tapi kenapa sampai hati berusaha merebut Aldi dari ku.
Tanpa basa basi aku menanyakan maksud Bella yang terang-terangan mengganggu Aldi.
Bella hanya tersenyum sinis, dengan santai ia menjawab smua pertanyaanku.
"Kamu yang jahat Vin, kita kan dari dulu bersahabat, tapi kenapa kamu malah nikah sama Aldi?". "Dari dulu aku menaruh hati pada Aldi, tapi kuurungkan perasaanku, kupendam semua perasaanku karena aku tak mau persahabatan kita rusak!
Aku rela mengubur perasaanku demi kita, demi persahabatan kita.
Tapi nyatanya apa? Kamu malah menikah dengan Aldi, apa kamu tidak memikirkan perasaanku saat itu?". "Apa kamu tau, kenapa selama ini aku tidak pernah menerima cinta laki-laki lain? Karena aku memang dari dulu hanya mencintai Aldi, asal kamu tau Aldi dulu pernah nembak aku waktu SMA tapi aku tolak, karena aku gamau persahabatan kita renggang apalagi rusak cuman karena aku mementingkan ego ku!
Tapi nyatanya kamu yang merusak persahabatan kita". "Kamu vin yg merebut Aldi dari aku, bukan aku yang merebut Aldi, ingat! Bukan aku"
Suara Bella tiba-tiba bergetar, seperti hendak menangis tapi berusaha di tahan.
Aku terdiam sesaat,
Aku sempat merasa tak nyaman dengan perkataan Bella, benarkah aku yg membuatnya terluka hingga ia seperti saat ini?
Tapi bagaimana pun juga, Bella tidak berhak mengganggu Aldi yang sekarang statusnya adalah suami sah ku,
Aku pun melanjutkan pembicaraan, aku memohon kepada Bella untuk tidak mengganggu rumah tanggaku lagi.
Bersambung..
domingo, 4 de marzo de 2018
Mereka yang Tak Terlihat (True Story) - Part 1
Mereka yang Tak Terlihat (True Story)
Story by Meilani Mu'adzimah (kiriman adders)
Part 1
***
Namaku Alza. Aku tinggal disebuah kota yang bisa disebut cukup ramai. Aku anak tunggal dari pasangan suami istri yang kaya. Ayahku seorang fotografer dan ibuku seorang desainer.Ayahku selalu kebanjiran job sama seperti ibu, sehingga aku sehari-hari hanya diurus oleh seorang babysister dan beberapa pelayan di rumahku. Kalau soal materi, apapun yang kuminta pasti diberikan. Yang kurang hanya 1 yaitu kasih sayang. Kasih sayang seorang sahabat serta orang tua. Walaupun usiaku sekarang sudah 17 tahun..tapi aku masih diurus babysister. Segalanya, dimulai makan, mandi, sarapan. Hampir tak pernah kulakukan bersama ayah dan ibu. Jadi, babysister yang menggantikannya. Aku juga tak begitu banyak punya teman. Ini disebabkan karena aku anak yang pendiam. Sikapku itu bukan tanpa alasan, aku bisa melihat makhluk yang tak bisa dilihat oleh orang biasa.
Pagi itu ketika aku terbangun, sudah ada seorang babysister yang biasa menjagaku, dia Nona Anya. Dia masih lajang, usianya 29 tahun. Dia menjagaku sejak aku kecil. Entah umur berapa, aku sudah lupa. Aku biasa memanggilnya Kak Anya. Dia menolak dipanggil ibu, tante atau sejenisnya. Dia selalu berada di samping tempat tidurku setiap kali aku bangun, dan tak lupa, si "dia" juga ada di sana, tepat disamping Kak Anya, selalu. Dia laki-laki. Mungkin usianya sekitar 25 tahunan. Dia selalu menatapku sendu. Ntah apa yang ingin dia katakan. Aku tak pernah mencoba bicara padanya. Dan hanya aku yang bisa melihatnya. Penampilannya tidak menyeramkan, hanya saja dia selalu punya tatapan sendu. Warna bajunya abu-abu tua dan celana yang berwarna senada. Dia tak pernah sekalipun terlihat tersenyum. Kau tahu?
Dialah makhluk tak kasat mata pertama yang kulihat ketika aku menyadari ada yang beda dengan penglihatanku. Dia selalu berada di samping Kak Anya setiap pagi, di kamarku. Dulu kukira dia orang asing yang ingin mencuri di kamarku. Tapi setelah kuperhatikan, dia tak pernah mencoba melakukan apapun. Dia hanya berdiri diam. Menatapku. Dulu aku sempat bertanya "Siapa yang kau bawa ke kamarku, Kak Anya?" Tapi Kak Anya bilang dia tidak membawa siapapun ke kamarku. Dia hanya sendiri. Awalnya aku kira dia berbohong padaku. Tapi ternyata itu benar. Dia tidak membawa siapapun ketika masuk kamarku. Aku pernah memergokinya, laki-laki itu muncul tiba-tiba. Tepat, ketika Kak Anya masuk kamarku. Seolah-olah dia menunggu kedatangan Kak Anya. Awalnya aku sangat takut, tapi karena dia tidak melakukan apapun, aku berusaha untuk terbiasa. Walaupun terkadang aku masih kaget ketika laki-laki itu muncul.
"Kau mau makan atau mandi dulu, Al?" Tanya Kak Anya. "Aku mau mandi dulu saja" ucapku, "Baiklah, aku taruh makananmu di sini" ucap Kak Anya sambil menaruh roti isi di meja belajarku. Ah, sebenarnya aku mau makan dulu, tapi aku enggan melihat wajah laki-laki itu, jadi kuputuskan untuk mandi terlebih dahulu. Walaupun aku tahu, sebenarnya di depan pintu kamar mandi, di lorong rumahku dan di tangga menuju lantai bawah, juga ada makhluk sepertinya. Tapi tak apa lah, toh aku sudah terbiasa.
Aku beranjak dari kasur, mengambil handuk lalu keluar kamar. Yah..walaupun aku anak orang kaya, tapi ibu melarang membuat kamar mandi di dalam kamar. Entah apa alasannya. Jadi, kamar mandi di rumah ini ada tiga. Yang pertama, di lantai dua, dekat kamarku dan kamar orang tuaku, juga ada beberapa kamar tamu di sini. Kamar mandi letaknya di ujung. Tepat di samping kamar tamu nomor dua. Ada empat kamar tamu, dua di kiri, dua di kanan. Sementara kamarku dan kamar ayah ibu letaknya agak terpisah hanya saja masih satu koridor, dengan posisi kamar orang tua dan aku berada di tengah, kamar kami diapit dengan kamar tamu dan tepat di depan kamarku, hanya berjarak 10 langkah, adalah tangga. Kalau diibaratkan, mirip dengan huruf U.
Jadi, dinding kamarku dan kamar ayah ibu tak langsung berdekatan dengan kamar tamu. Aku melihat ke arah kamar mandi. "Ah..dia lagi.." batinku ketika melihat ada dia di sana.
"Pagi-pagi udah nongol aja". Dia adalah seorang nenek, rambutnya sebagian sudah putih dan bungkuk. Ada tongkat kayu yang dipegangnya. Dia juga tidak menyeramkan. Menurutku dia nenek yang ramah. Karena hanya dia yang punya tatapan ceria di wajahnya. Dia selalu menyapaku, dia bilang aku mirip dengan cucunya yang hilang di rumah ini. Aku tak mengerti apa maksud kalimatnya. Aku tak pernah peduli permasalahan hantu. Aku menyebut hantu-hantu yang kulihat itu 'maperu' singkatan dari kata "makhluk penghuni rumah", yah supaya mereka punya panggilan sayang saja, hehehe soalnya aku tidak punya seorang sahabat pun. Bagiku keramaian yang dibuat mereka sudah cukup mengusir kesepian yang aku alami selama ini. Banyak maperu yang ada di rumahku yang besar ini, jumlahnya ada puluhan, aku tak hapal siapa saja. Tapi yang kuingat hanya yang sering menampakkan diri saja padaku.
Dan di tiap kamar mandi ada maperunya. Kalau di kamar mandi bawah, letaknya di ujung, di sana ada anak kecil, dia tak pernah menampakkan wajahnya padaku, dia selalu menunduk, dia perempuan, dia sama seperti nenek itu, berdiri tak jauh dari pintu, rambutnya tak begitu panjang. Dia memakai sepatu yang menurutku sangat kuno. Baju gaun yang juga kuno dan jepit rambut berbentuk apel hijau. Dia yang paling aneh di antara semua maperu yang ada di rumahku, dia tak suka bermain dengan para maperu kecil yang lainnya. Dia hanya diam berdiri, tak pernah menyapa, dia sadar keberadaanku, jika aku datang, dia biasanya memutar kepalanya. Aku selalu bergidik ngeri ketika melihatnya seperti itu. Aku sangat takut jika tiba tiba dia menyerangku. Dan kamar mandi yang terakhir, letaknya di dapur. Dan maperunya adalah seorang remaja seusiaku.
Dia laki-laki. Namanya Egam. Si Egam ini, bentuknya lebih terlihat bersahabat, tapi dia bisa berubah menjadi mode seram ketika sedang marah. Mode seramnya penuh dengan darah, dari wajah sampai badan, dengan menunjukkan mata serta bibirnya saja yang terlihat. Lalu tangannya akan dilekuk-lekukkan seperti patah. Pernah mematahkan satu lidi dengan jumlah patahan yang banyak? Nah seperti itulah bentuk tangannya jika sedang mode seram. Dia berteman denganku. Dia baik, cepat marah dan pendengar yang baik.
Dia yang setia mendengar curhat-curhatku, dimulai dari curhat tentang orang tuaku sampai kepada soal percintaan. Aku ceritakan padanya. Walaupun dia kadang berubah jadi seram. Tapi setidaknya dia adalah pendengar yang baik.
Usai mandi, aku menuju kamar dan menyantap makanan dari Kak Anya. Aku sudah menduga pasti bakal ada yang ganggu saat aku sedang makan. Dan benar. Dia datang. Dia perempuan, rambutnya panjang, wajahnya berantakan, seram, ada banyak luka di wajahnya, senyumnya lebar, giginya penuh lendir berwarna merah, dan matanya hitam. Bajunya robek. Penuh noda. Tangannya bisa memanjang seperti karet. Dia suka menggodaku saat makan. Namanya Hayuna. Aku kenal dia dari Egam. Kata Egam, dia ratu di rumah ini. Ratu para maperu. Dia jail. Suka menggoda dan suka muncul tiba tiba di depanku. Dan dia jahat.
Bersambung...
miércoles, 28 de febrero de 2018
Susuk (True Story) - Part 3
Susuk (True Story)
by Novafhe
Part 3
***
Saat malam tiba, ku tanyakan kepada Aldi. Kemana dia tadi siang, ia hanya menjawab kerja seperti biasanya.
Sepertinya Aldi tidak mau jujur kalau tadi siang pergi bersama Bella.
Saat Aldi mandi, tiba-tiba ada SMS Bella masuk di HP Aldi.
Sengaja ku buka SMS dari Bella, padahal biasanya aku paling anti membuka apalagi memeriksa HP Aldi, karena aku percaya sepenuhnya pada Aldi, tapi tidak untuk yg satu ini.
Penasaran menyelimuti pikiranku.
Di SMS Bella tersebut tertulis "Aku masih kangen kamu Di, malam minggu besok kita keluar ya terserah mau makan, pergi nonton, atau apa ajalah".
Ahh apa maksud dari SMS Bella ini, cepat-cepat ku hapus SMS Bella sebelum Aldi membaca nya.
Anggap saja tidak ada SMS yang masuk sama sekali.
Setelah ku hapus, cepat-cepat ku letakkan kembali HP Aldi di meja.
Semakin penasaran apa yg sebenarnya terjadi antara Aldi dan Bella saat ini.
Aku pun bergegas tidur.
Tiba-tiba jam 1 malam aku terbangun karna Vino menangis meminta susu. Saat hendak menyusui Vino, aku mendengar samar-samar suara Aldi, saat ku intip keluar kamar ternyata Aldi sedang menelpon, ntah siapa lawan bicaranya saat itu.
Ku coba untuk pelan-pelan menguping pembicaraan Aldi. Terdengar sepertinya janjian untuk pergi nonton malam minggu besok.
Dan ternyata benar, seperti nya itu memang Bella yang berbicara di telpon dengan Aldi.
Keesokan harinya, aku pun menelpon Bella dan mengajaknya ketemuan pada saat jam makan siang. Bella pun menyetujui nya.
Saat bertemu Bella, tanpa basa-basi aku lagsung menanyakan ada hubungan apa antara ia dan Aldi belakangan ini. Bella sempat terkejut, tapi dengan tenang ia menjelaskan tidak ada hubungan apa-apa, sekedar kangen karena sudah bertahun-tahun tidak bertemu Aldi.
Kangen? Dia kan tau Aldi suamiku.
Aku sadar kami memang bersahabat dekat dari dulu. Tapi untuk saat ini kalau Bella kangen dengan Aldi aku jadi risih.
Aku pun memperingatkan Bella, kalau sekarang Aldi adalah suamiku yg sah, di samping itu Aldi juga sudah memiliki anak. Kuharap bella bisa memahami dan menjaga jarak dengan aldi. Bella hanya tersenyum, akupun pamit dan meninggalkan Bella, berharap Bella mau mendengar permintaanku.
Malam pun tiba, ternyata Aldi tetap pergi keluar malam itu.
Aldi beralasan di undang rekan kerja nya untuk bertemu sekedar minum kopi. Aku pun sengaja mengijinkannya.
Kuminta adik sepupuku membuntuti kemana Aldi pergi malam itu.
Benar saja, Aldi memang pergi bersama Bella malam itu. Mereka pergi makan dan nonton.
Adik sepupuku pun mengirimkan foto-foto kebersamaan mereka.
Ada rasa kecewa mendalam di hatiku, tapi aku hanya bisa menangis malam itu.
Kenapa Aldi, kalau dia memang suka Bella, kenapa Aldi dulu menikahiku, bukan Bella yang memang lebih cantik dari aku?
Saat sedang menangis, aku di kagetkan dengan tangisan Vino.
Suaranya nyaring sekali tidak seperti biasanya, cepat-cepat ku angkat Vino dari box tidur nya.
Tapi Vino tidak mau diam, malah semakin menangis.
Sedang asik menggendong Vino, tiba-tiba aku di kejutkan lagi dengan suara jendela yg tiba-tiba terhempas dari luar.
Padahal tidak ada angin dan seingatku, aku sudah menutup semua jendela kamar.
Sebenarnya aku tidak sempat berpikiran macam-macam kala itu namun bulu kudukku sempat merinding saat hendak menutup jendela yang terbuka.
saat menutup jendela sepintas seperti terlihat ada sosok hitam di balik jendela. Namun, lagi-lagi aku tak berprasangka buruk.
Aku pun memutuskan untuk tidur. Saat terbangun, ku lihat Aldi sudah pulang dan masuk ke kamar mandi yang ada di kamar.
Kulanjutkan lagi tidurku.
Tepat pukul 6 pagi aku terbagun, cepat-cepat aku bangun dan menyiapkan sarapan untuk orang di rumah.
Saat sedang asik memasak, ibuku menegur kemana "Aldi kenapa tidak pulang? Apakah Aldi lembur sehingga semalam tidak pulang?"
Aku melongo, terlintas di pikiranku "bukannya Aldi tadi malam ada di kamar dan masuk ke kamar mand?
Lantas siapa yang aku lihat semalam?
Atau aku hanya bermimpi."
Bersambung...
Susuk (True Story) - Part 2
Susuk (True Story)
by Novafhe
Part 2
Part 2
***
Tapi, untuk kedua kalinya adikku melihat Aldi sedang pergi dengan wanita lain. Aku pun meminta adikku bila bertemu Aldi dengan wanita lain untuk memfoto mereka dari jauh.
Adikku pun mengiyakan.
Hari ini tepat 1 bln umur anakku, dan bertepatan juga dengan acara aqiqahan di rumah.
Banyak saudara, keluarga, teman relasi yang datang.
Bella pun datang saat itu membawakan banyak sekali kado untuk Vino anakku.
Namun, ada yang mengganjal pikiranku saat itu.
Seorang teman kakakku sebut saja dia mas Radit.
Mas Radit mengatakan kalo ada sesuatu yang ganjil di diri suamiku.
Ia berkata, ada sosok hitam lengket di badan suamiku.
Ntah aku kurang paham apa maksud Mas Radit, ingin aku bertanya lebih jauh namun tamu-tamu yg lain memaksaku untuk mengurungkan niat keingintahuanku kali ini.
Di tambah lagi adikku, ia berkata kalo wanita yg dia lihat beberapa kali jalan dengan suamiku adalah Bella.
Ia menunjuk Bella, iaa Bella yg ia lihat 2x jalan dan makan bersama Aldi.
Aku sebenarnya tidak khawatir karena kami bersahabat.
Mungkin saja saat itu Aldi dan Bella hanya ketemu dan makan biasa. Jadi tak ku ambil pusing apa yg di katakan adikku.
Di dalam pikiran ku saat ini hanya kata-kata mas Radit yang memang aku tak mengerti apa maksudnya.
3 hari setelah acara aqiqah tanpa sengaja aku dan adikku bertemu Mas Radit lagi di sebuah swalayan.
Dengan penuh rasa ingin tahu, ku tanyakan apa maksud perkataan Mas Radit kemarin di rumah.
Mas Radit pun mengajakku duduk dan minum teh di salah satu kedai pas di samping swalayan.
Tanpa sabar aku terus menanyakan apa maksud kata-kata Mas Radit.
Mas Radit pun menjelaskan, kalo ia melihat ada sesosok hitam yang selalu mengikuti kemana pun Aldi pergi, makhluk itu seperti menempel.
Aku masih kurang paham, Mas Radit menjelaskan kalau mgkin saja Aldi "dikirimi" orang yang tidak suka dengan nya.
Mas Radit juga bilang, kalau hawa di rumahku tidak nyaman.
Seperti ada awan hitam yg menyelimuti.
Mas Radit cuman berpesan 'rajin membaca alquran dan menyuruh Aldi sholat 5 waktu supaya makhluk yang mengikuti itu bisa pergi.'
Setelah lama bercerita aku dan adikku pun bergegas pamit untuk pulang.
Akhirnya aku dan Mas Radit berpisah, tapi sebelum itu aku meminta no hp Mas Radit siapa tau sewaktu-waktu aku membutuhkan pertolongannya.
Saat di jalan pulang, tanpa sengaja aku melihat Bella.
Ia bersama suamiku Aldi. Mungkin mereka berencana untuk makan siang bersama.
Dari jauh aku memperhatikan mereka, mereka pergi ke sebuah rumah makan.
Aku pun mengikuti mereka, namun ada pemandangan yang kurang sedap ku lihat saat itu.
Saat hendak pulang, Bella mencium pipi kanan kiri Aldi.
Hal yang tidak pernah sama sekali mereka lakukan sebelumnya.
Ingin rasanya ku hampiri mereka, tapi ku tahan langkahku. Kalau pun ada sesuatu di antara mereka, aku harus menyelidikinya terlebih dahulu.
Bersambung...
viernes, 23 de febrero de 2018
How To See The Past (Devil Game's)
Perhatian!
Permainan ini hanya untuk hiburan dan pengetahuan semata, tidak dianjurkan untuk dicoba.
Ok silahkan disimak..
Alat :
- Siapkan cermin yang cukup besar.
- Siapkan selembar uang kertas, benang, jarum, mangkuk yang di isi air, dan lilin.
Cara :
- Lebih baik dilakukan saat jam 12 malam, karena kamu tidak boleh melakukan apapun yang membawa sial selama seharian penuh (seperti bermain gadget, berbohong, dll). Jam 12 malam lebih aman, karena hari baru saja dimulai lagi.
- Ambil sedikit darah dari jarimu seperti saat tes darah.
- Lalu, ikat benang di jari yang telah kamu tusuk, agar darah nya lebih mudah menetes.
- Biarkan darahnya menetes ke dalam air.
- Taruh uangnya ke dalam mangkuk berisi air itu.
- Lalu, taruh lilin diatasnya.
- Kamu harus duduk di depan cermin dari dekat.
- Pindahkan lilin dan mangkok itu ke sampingmu dan nyalakan lilinnya.
- Lipat tanganmu dan mulai berdoa (posisi tangan seperti bertapa).
- Lalu, putar tanganmu sampai kedua punggung tanganmu bersentuhan.
- Untuk membuka gerbang dunia lain kamu harus melakukan segalanya terbalik, jadi kamu harus bertepuk tangan dengan punggung tanganmu.
- Dekatkan wajahmu sampai jaraknya 10 CM dari cermin, sambil menatap matamu sendiri.
- Ucapkan kata-kata ini dalam hatimu "JIWAKU DI DALAM CERMIN. BUKALAH PINTU KE DUNIA LAIN. TUNJUKKAN MASA LALUKU".
- Setelah itu tepuk tangan empat kali (dengan punggung tangan).
- Lalu, dalam beberapa saat kamu akan melihat wajahmu dari masa lalu di dalam cermin.
- Jika tidak berhasil, ulang lagi mantranya. Sampai ketiga kali juga tidak berhasil, berarti ada yang salah dan kamu harus menghentikan permainannya.
- Jika sudah berhasil, pintu dimensi lain akan muncul dari cermin dan cepatlah untuk melihat masa lalu yang kamu inginkan. Karena, kegelapan akan segera keluar dari dalam cermin dan akan merasukimu.
- Jangan sampai kaca itu retak, jika perasaanmu sudah mulai kacau segeralah berhenti.
Petunjuk akhir :
Cara menghentikan permainan ini adalah bertepuk tangan secara terbalik, sesuai umurmu. Lalu, cepat nyalakan lampu kembali.
Suscribirse a:
Entradas (Atom)
Bertemu dengan Hantu (True Story) Part 15
Berteman dengan Hantu (True Story) Part 15 - PERTEMUAN PERTAMA DALAM 66 TAHUN by : Sinyoreborn Ane telah menceritaken semua ke Noni Van De W...
-
Berteman dengan Hantu (True Story) Part 15 - PERTEMUAN PERTAMA DALAM 66 TAHUN by : Sinyoreborn Ane telah menceritaken semua ke Noni Van De W...
-
Susuk (True Story) - PART 20 Writer: Novafhe Keesokan harinya , bella menelponku. tak ku angkat tlp nya. "Vin , angkat tlpku please...
-
KKN di Gunung Kidul (True Story) - Epilog Story by Danu Rachman Cerita seram dan kengerianpun berlanjut. Kakek dan dua dosen temannya saling...





