lunes, 5 de marzo de 2018

Susuk (True Story) - Part 10


Susuk (True Story)
By : Novafhe
Part 10

***
Hingga akhirnya aku tersadar, ternyata aku hanya bermimpi. Fiuhhhh, mimpi ini seperti menguras energi ku. Kenapa makhluk ini selalu mengikuti ku? Bella benar-benar keterlaluan. Sebegitu liciknya dia sampai ingin menyakiti ku. Salah apa aku selama ini?

Tapiii, kenapa sampai saat ini Aldi belum kembali juga? Bodohnya aku kenapa tak ku ikuti saat Aldi mengantar Bella tadi.

Ku coba menelpon Aldi, HP nya tak aktif. Aku semakin cemas, kemana aldi kemanaaa? Kenapa tidak kembali ke kamar?! Aku semakin gelisah, tak lama HP ku berdering. "Aku pinjam dulu yaaa Aldi nya, ga perlu di cari, kamu ga bakal ketemu kami ada dimana" ternyata WA dari Bella. Di situ jelas-jelas Bella mengirim foto Aldi sedang tertidur pulas di kamar Bella.

Ya Tuhaaaaan apalagi rencana Bella kali ini. Aku seperti hilang akal, mondar-mandir kesana kemari. Hanya bisa menangis tak tahu harus berbuat apa. Mau mencari tapi mencari kemana? Dengan pasrah ku tunggu Aldi hingga pagi.

Akhirnya Aldi datang, belum lagi ia duduk beribu pertanyaan sudah ku lontarkan kepada Aldi. Aldi hanya diam tidak meresponku sama sekali. Tak lama HP ku kembali berbunyi. Bella! Wa dari Bella. Ia mengirim foto sedang memeluk Aldi di atas ranjang. Dengan emosi ku lempar HP ku. Aku hanya bisa menangis, tanpa pikir panjang ku kemas baju-bajuku ke dalam koper. Tak ku perdulikan Aldi saat itu, di dalam pikiranku saat itu hanya ingin pulang. Hanya ingin bertemu ibuku dan berkeluh kesah kepadanya. Ku tinggalkan Aldi di kamar sendiri. Bergegas aku mencari taksi dan menuju bandara, saat itu juga aku mencari pesawat untuk tujuan pulang.

Sepanjang perjalanan pulang aku hanya bisa menangis. Sampai hati Bella melakukan ini kepadaku. Aldi? Kenapa Aldi bisa begitu tunduk pada Bella? Apa Aldi benar-benar sudah tidak mencintaiku lagi? Apa Aldi sudah tidak menganggapku istri nya lagi? Baru kemarin Aldi berjanji tidak akan menyakiti aku lagi.

Akhirnya aku tiba di kotaku, bergegas aku mencari taksi untuk pulang kerumah. Sesampainya di rumah ibuku heran, kenapa aku pulang sebelum waktu nya dan hanya sendiri tanpa Aldi. Aku ceritakan semua yang aku alami pada ibu, aku menangis sejadi-jadinya. Adikku yg mendengar kisahku lgsung datang menghampiri, ia bilang sudah ketemu ustad yang bisa membantuku. Kami pun sepakat besok juga harus pergi kerumah ustad yang di maksud adikku.

Keesokan harinya, sampailah kami di rumah ustad yang di maksud adikku. Rumahnya teduh penuh ketenangan. Beda dengan rumah Mas Radit yang hawa nya panas dan membuat gerah. Pak ustad bertanya apa yang menjadi masalahku? Lalu aku menceritakan semua keluh kesahku. Pak ustad lalu membaca doa di sebuah gelas, dan memintaku untuk mengikuti doa yang dia bacakan. Bibirku keluh, seperti berat mengikuti doa-doa yang di baca pak ustad. Padahal doa ini sering aku baca sebelumnya. Pak ustad bilang, aku "di kerjain" orang lain. Ada makhkuk yang mengikutiku semacam parasit. Makhluk ini akan selalu mengganggu sampai tuan nya puas dan menyuruhnya pulang. Sudah kuduga, pasti ini makhluk kiriman Bella yang sering menggangguku. Setelah di bacakan ayat-ayat suci alquran aku mual dan muntah-muntah, tapi setelah itu badanku terasa ringan. Pak ustad bilang kalo makhluk yang mengikuti ku sudah di atasi, namun pak ustad memintaku untuk tetap rajin solat dan selalu membaca alquran selepas magrib agar makhluk itu tidak kembali.

Mengenai Aldi, pak ustad memintaku untuk membawa Aldi ke rumahnya. Tapi berat bagiku membawa Aldi, pasti Aldi tidak mau. Kuminta pak ustad meluangkan waktu nya untuk minggu depan berkunjung kerumahku melihat Aldi. Pak ustad pun setuju dan akan datang kerumah minggu depan.

Bersambung..

No hay comentarios:

Publicar un comentario

Bertemu dengan Hantu (True Story) Part 15

Berteman dengan Hantu (True Story) Part 15 - PERTEMUAN PERTAMA DALAM 66 TAHUN by : Sinyoreborn Ane telah menceritaken semua ke Noni Van De W...