viernes, 9 de marzo de 2018

Susuk (True Story) - Part 13


Susuk (True Story)
Writer: Novafhe
Part 13

Lagi-lagi Bella hanya tersenyum sinis.
"Sorry ya Vin, aku gamau ngalah lagi.
Kali ini Aldi hrus jadi milikku".
"Dulu aku boleh mengalah, sekarang dengan cara apapun bakal ku rebut kembali Aldi dari siapa pun itu"
"Aku gak perduli dia suami mu, temanmu atau siapa pun itu! Siapa saja yang menghalangiku siap-siap saja berurusan denganku. Aku gak segan-segan bikin celaka siapa saja yang menghalangiku" ucap Bella.

Refleks aku menampar wajah Bella karena mendengar semua perkataannya.
Orang-orang di cafe sempat memperhatikan kami.
Bella benar-benar nekat, Bella benar-benar seperti pshyco yang terobsesi memiliki Aldi.
Aku balik memperingatkan Bella untuk tidak menggangguku dan Aldi lagi.

Lalu aku beranjak bersiap meninggalkan  Bella .
Sebelum aku pergi, Bella mengancamku kembali, ia mengancam akan mencelakaiku atau siapa pun saja yang menghalangi niatnya.
Tak kuhiraukan ancaman Bella, aku berlalu meninggalkan Bella.

Sesampainya di rumah, masih teringat semua perkataan Bella.
Sebenarnya aku takut, takut kalau Bella benar-benar nekat.
Semoga saja Tuhan melindungi keluarga kecilku.

Beberapa hari ini Aldi mulai tampak baikan, keadaannya pun berangsur normal seperti sedia kala.
Aku juga, beberapa hari ini merasa tenang karena makhluk hitam itu tidal menggangguku lagi.
Bella oh yaaa Bella, beberapa hari ini dia juga tak mengganggu Aldi walaupun hanya lewat SMS.

Aku mulai tenang hingga suatu hari aku terjatuh sakit.
Sudah 3 hari belakangan ini aku demam dan panas tubuhku tak kunjung turun. Biasanya setelah minum obat panas tubuhku bisa kembali normal.
Aldi pun berinisiatif mengajakku ke dokter, akan tetapi kata dokter aku memang hanya demam biasa dan di suruh banyak beristirahat.

Tepat hari ke lima, demamku mulai mereda, tapi perutku sering keram dan sakit. Kadang aku muntah-muntah.
Nafsu makanku kacau, hanya bisa terbaring di tempat tidur.
Apa aku hamil? Aldi juga sempat berfikir begitu. Tapi aku belum memberanikan diri untuk periksa kehamilan. Jadi kuabaikan saja sakitku saat itu.

Pagi itu, saat Aldi hendak berangkat kerja tiba-tiba Bella datang kerumah.
Aku sempat terkejut, mau apa Bella sepagi ini.
Saat Aldi membukakan pintu, Bella langsung menangis dan memeluk Aldi.
Aldi juga sempat bingung lalu menyuruh Bella masuk dan duduk, aku memperhatikan mereka dari balik lemari.

Bella mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan menunjukkan benda itu ke Aldi.
"Aku positif hamil Di, ini anak kamu".
Aku yang mendengar dari kejauhan langsung berlari menghampiri mereka berdua.
"Gak mungkin, kapan kita berhubungannya ?" Balas Aldi.
"Kamu pasti lupa Di, waktu di Jogja kamu kan mabuk waktu itu" sahut Bella.

"Ga mgkin itu anak Aldi, pasti kamu mengada-ada supaya Aldi ngikut kamu" celaku.
"Kalo gak percaya ayo kita ke dokter kandungan sekarang kita buktikan kalau perkataanku benar" tantang Bella kepadaku.
Bella pun menangis memohon kepada Aldi, Aldi hanya terdiam.

Dan aku? Aku bisaaa apaaaa, seperti biasa aku cuman bisa nangis.
Tapi kali ini aku berhasil menyembunyikan tangisanku.
Perasaanku? Jangan di tanya perasaanku saat itu gimana.
Hancurr ibarat kaca mugkin pecah berkeping-keping.
Aldi pun mengajak Bella keluar dan seperti nya mengantarkan Bella pulang juga.

Bersambung..

No hay comentarios:

Publicar un comentario

Bertemu dengan Hantu (True Story) Part 15

Berteman dengan Hantu (True Story) Part 15 - PERTEMUAN PERTAMA DALAM 66 TAHUN by : Sinyoreborn Ane telah menceritaken semua ke Noni Van De W...