domingo, 4 de marzo de 2018

Susuk (True Story) - Part 9


Susuk (True Story)
by Novafhe
Part 9

***
Hari ke 4 liburan, saat sedang breakfast di resto hotel, kami berpapasan dengan Bella. Saat sedang asik menyantap sarapan, Bella tiba-tiba langsung gabung di meja kami. "Belaaa, benar-benar gak punya malu" batinku.
Kenapa dia jadi wanita yang benar-benar tidak berpikir sedikitpun bagaimana perasaanku.
Apa dia tidak pernah memposisikan dirinya kalau jadi aku?
Ntahlaah mungkin Bella sudah hilang akal atau mungkin saja urat malu nya sudah putus?

Bella menyapa Aldi, Aldi hanya senyum. Aku terus menatap bella.
"Liburan kok ga ngajak-ngajak Di?"
Dulu waktu SMA kan kita bertiga selalu liburan sama-sama mau kemana aja, ucap Bella.
"Iyaa aku lagi second honeymoon sama Vina" balas Aldi.
"Kebetulan banget yaa bisa ketemu kamu di sini, ntar malam kita jalan-jalan ke Malioboro yukk Di, kuliner malam?"
Belum sempat Aldi menjawab aku langsung mengajak Aldi pergi dari resto.
Aldi tak bisa menolak dan mengikuti langkahku.
Bella hanya tersenyum kepadaku.

Sepanjang jalan menuju kamar hotel, aku diam tak berkata apa-apa.
Sebenarnya aku kesal, tapi ah sudaahlah aku benar-benar tak habis pikir dengan apa yang di lakukan Bella.
Aldi menarik tanganku, ia meyakinkanku kalau ia takkan pergi kemana-mana, ia akan selalu ada di sampingku kemanapun aku pergi.
Aku sedikit lega.

Sore hari nya saat hendak bersiap pergi jalan, kami berpapasan lagi dengan Bella di tangga hotel.
Tiba-tiba Bella terpeleset dan jatuh, Bella pun kesakitan, mau tidak mau Aldi menolong.
Dalam hatiku, pasti ini akal-akalan Bella saja yang memang sengaja menjatuhkan diri.
Bella berakting layaknya orang yang susah berdiri dan meminta Aldi untuk menggendongnya ke kamar.
Aldi pun meminta ijin kepadaku, aku bisa apaa?

Sudah bisa di bayangkan betapa kesalnya aku dengan cara kotor Bella untuk menggoda Aldi.
Kenapa harus Aldi? Apa Bella tidak punya pria lain yang setidaknya pria single bukan pria beristri macam Aldi?
Aku pun kembali ke kamar, menunggu Aldi kembali ke kamar untuk menjemputku.

Sanking lama nya Aldi yg tak kunjung kembali, aku sampai ketiduran di sofa kamar.
Tak lama kudengar suara seperti pintu terbuka, mungkin Aldi.
Ternyata benar, Aldi yang datang.
Ia mencium keningku, Aldi meminta maaf karna sudah membuatku menunggu lama. Aku sedikit kesal kenapa Aldi harus berlama-lama mengantar Bella.
Melihat aku yang kesal, Aldi menarikku ke tempat tidur.
Di cium nya pipiku, di peluk nya aku dengan erat.
Saat hendak mencium bibirku ....

Tiba-tiba Aldi mencekikku, aku meronta-ronta berusaha melepaskan tangan Aldi dari leherku.
Tapi susaah, aku hampir kehilangan nafas.
Samar-samar, kulihat sosok Aldi berubah. Tidaaak, sosok ini yg sering menggangguku.

Iyaaa sosok hitam bertanduk dan bermata merah itu yg mencekikku.
Dalam hati aku beristighfar, sekuat tenaga aku mencoba melawan.

Sambil membaca semua doa yg kutahu, aku berusaha melepaskan diri dari genggaman makhluk hitam itu.
Dalam hati aku terus berucap memohon pertolongan tuhan.
Makhluk itu tertawa, semakin lama semakin kencang tawanya.
Ia memperingatkan ku supaya menjauhi Aldi.
Tangannya semakin kuat menekan leherku.
Hingga akhirnya ...

Bersambung

No hay comentarios:

Publicar un comentario

Bertemu dengan Hantu (True Story) Part 15

Berteman dengan Hantu (True Story) Part 15 - PERTEMUAN PERTAMA DALAM 66 TAHUN by : Sinyoreborn Ane telah menceritaken semua ke Noni Van De W...